Breaking News:

Patahkan Mitos Buruk Kedelai dengan Manfaatnya yang Segudang, dari Diet hingga Cegah Kanker

Sejumlah mitos yang beredar menyebutkan bahwa kedelai bukan merupakan sumber protein dan mengonsumi kedelai akan memicu berbagai efek negatif

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana
Dua pekerja sedang mengemas produk olahan kedelai yaitu tempe, di sebuah pabrik tempe di Jalan Babakan Irigasi Kota Bandung, beberapa waktu lalu.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABR.ID, BANDUNG - Kedelai merupakan pangan olahan yang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Namun tak jarang sebagian masyarakat juga masih dibayang-bayangi mitos bermacam-macam soal kedelai.

Sejumlah mitos yang beredar menyebutkan bahwa kedelai bukan merupakan sumber protein dan mengonsumi kedelai akan memicu berbagai efek negatif seperti mempengaruhi tingkat kesuburan, kurang baik untuk kesehatan jantung dan tulang, meningkatkan asam urat, hingga bisa menimbulkan alergi, jerawat, dan bahkan monopause.

Masih adanya disinformasi tentang manfaat kedelai di masyarakat, salah satunya, disebabkan kurangnya literasi masyarakat terkait fungsi dan manfaat kedelai. Padahal, sejatinya kedelai memiliki manfaat dan fungsi yang sangat dibutuhkan butuh untuk kesehatan dan vitalitas sehari-hari.

Pakar Gizi, Senior Lecturer in Nutrition Science, Head of Postgraduate Study Programs in Nutrition Science Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Rimbawan, komoditi kedelai menyebutkan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa mitos-mitos tentang kedelai yang beredar saat ini tidaklah bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, terlebih tanpa adanya dukungan data dan riset.

Menurut Rimbawan, kedelai memiliki banyak fungsi yang baik untuk tubuh. Dalam 100 persen kandungan gizi kedelai, terdapat berbagai kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh seperti protein 16,6 g, karbohidrat 9,9 g, serat 6 g, energi 173 kkal, lemak 9 g, omega-6 4,47 g, omega-3 0,6 g dan sejumlah zat lainnya.

Dua pekerja sedang mengemas produk olahan kedelai yaitu tempe, di sebuah pabrik tempe di Jalan Babakan Irigasi Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Dua pekerja sedang mengemas produk olahan kedelai yaitu tempe, di sebuah pabrik tempe di Jalan Babakan Irigasi Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana)

Kedelai merupakan komoditi yang memiliki kadar karbohidrat rendah. Nilai Indeks Glikemik yang rendah, kata Rimbawan, membuat kedelai bisa menjadi alternatif pilihan pangan sehingga baik dikonsumsi bagi penyandang diabetes atau gula darah tinggi.

"Meskipun masih diperlukan penelitian yang lebih banyak, data yang ada menunjukkan bahwa menggantikan protein hewan dengan protein nabati dapat memperbaiki kontrol glikemik pengidap diabetes," kata Rimbawan dalam Webinar "Menebar Kebaikan melalui Tulisan" yang digelar beberapa waktu lalu.

Menurut Rimbawan, kedelai juga memiliki berbagai kandungan vitamin dan mineral, antara lain molybdenim yang berfungsi sebagai kofaktor beberapa jenis enzim penting. Kemudian phyllaquinone yang terkandung dalam Vitamin K1 dalam kedelai memegang peran penting dalam pembekuan daram.

Kedelai juga memiliki kandungan folate/ B9 yang sangat penting bagi ibu hamil serta kandungan Copper yaitu zat yang dibutuhkan oleh jantung dimana jika kekurangan zat gizi ini maka kesehatan jantung akan terpengaruh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved