Breaking News:

Anggota DPRD Provinsi Dorong Sejumlah Desa Wisata di Kabupaten Kuningan

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong sejumah desa di Kabupaten Kuningan menjadi objek wisata.

Editor: bisnistribunjabar
Anggota DPRD Provinsi Dorong Sejumlah Desa Wisata di Kabupaten Kuningan
Istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong sejumah desa di Kabupaten Kuningan menjadi objek wisata.

"Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai"

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN  - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong sejumah desa di Kabupaten Kuningan menjadi objek wisata. “Sebab melihat perkembangan kedepan wisata lokal disetiap desa ini akan menjadi penambahan bagi desa itu sendir,” ungka Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar yakni, Tina Wiryawati disela kunjungan kerjanya, di Desa Cikaso Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Minggu (25/10/2020).

Tina Wiryawati yang sebelumnya sebagai insiator dalam proses pembentukan kerjasama antar pihak Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan menggandeng kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI) Semarang. 

“Tidak lain untuk peningkatan Sumber Daya Manusia di bidang pariwisata dan perekonomian. Sehingga dalam kegiatan saat ini merupakan kelanjutan dari kerjasama pada tanggal 26 Agustus, sewaktu itu merumuskan Desa Wisata di Cikaso ini secara menyeluruh, holistik, dan secara grand desain bersama-sama dengan Pemda, Pemdes, dan juga masyarakat setempat,” kata Tina yang juga politisi Gerindra Dapil Jabar 13 (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran). 

Mula merumsukan sejumlah desa wisata di Kuningan, kata dia, mendengar dan menerim aspirasi banyak orang yang menganggur dimasa pandemi Covid-19. 

“Hal itulah yang membuat dirinya terketuk untuk mengkongkretkan aspirasi tersebut dengan menginisiasi dan mengajak dari sisi akademis kampus STIEPARI yang memiliki program yang cocok, yakni dengan program Tri In One, program tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia dibidang pariwisata,” katanya.

Menurutnya, Program Tri In One bagi warga lulusan SMA/SMK sederajat yang kurang mampu, bisa difasilitasi untuk kuliah di kampus STIEPARI sambil bekerja. 

“Jadi di mana penempatan kerjanya dari pihak STIEPARI yang menyalurkan di perusahaan-perusahaan yang ada di semarang,” katanya.

Bentuk itu sebagai alah satu langkah kongkrit dalam menggurangi penggauran, dan memberikan fasilitas bagi para lulusan SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan kuliah dan sambil bekerja. 

“Selain itu juga, dengan upah UMR di Jawa Tengah, ditambah pengasilan saku maupun lembur,” katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved