Zona Merah Covid-19 di Jabar Tinggal Satu, Gubernur Jabar Lakukan Antisipasi Ini Jelang Libur
Kota Depok kembali masuk zona merah karena pergerakan dan klaster rumah serta perkantoran masih meningkat.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mutiara Erlanti
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Barat kini hanya tinggal satu yaitu Kota Depok.
“Zona merah kita tinggal satu. Sebelumnya sempat tujuh, lima, tiga, dua minggu lalu. Sekarang tinggal satu yaitu Kota Depok,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Saat Konfrensi Pers Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Jawa Barat, Senin (26/10/2020).
Ridwan Kamil menjelaskan, Kota Depok kembali masuk zona merah karena pergerakan dan klaster rumah serta perkantoran masih meningkat.
Kabar baik pun diungkapkan Ridwan Kamil yaitu angka reproduksi Covid-1 di Jabar menurun menjadi 0,98. Lalu, penggunaan rumah sakit menurun di angka 56 %, dan jumlah tes sudah melebihi kriteria dari WHO.
“Secara total tes PCR kita ada di angka 526.000, berarti sudah lewat dari jumlah penduduk,” kata Ridwan Kamil.
Terkait persiapan menghadapi libur panjang, kata Ridwan Kamil, pihaknya sudah siaga.
“Siaga satu dimulai besok. Jadi nanti polisi-polisi di Jawa Barat sudah mulai bergerak ke lapangan untuk menagamankan pergerakan di titik-titik pergerakan khususnya di Jalan tol akan dipusatkan di Cikopo,” jelas Ridwan Kamil.
Menurutnya, nanti akan penambahan petugas di daerah wisata.
“ Yang menjadi berbeda adalah mohon maaf nanti para pemudik atau wisatawan akan dites swab dan rapid test secara acak. Jadi nanti jangan kaget, lagi mudik akan diberhentikan dengan baik oleh Tim Satgas untuk dirandom sampling swab PCR dan rapid test,” jelas Ridwan Kamil.
Dirinya berharap semoga dengan konsep swab dan rapid test ini tidak ada yang tersampling positif.
“Kalau ada ini menjadi pola yang harus kita sempurnakan,” kata Ridwan Kamil.
Dua antisipasi lainnya, kata Ridwan Kamil, tempat wisata akan diminta komitmennya terkait pembatasan kapasitas.
Untuk hiburan malam, pihaknya pun akan mendatangi untuk melakukan pengetesan karena pariwisata itu terdiri dari outdoor dan indoor.
“Oleh karena itu, saya imbau kafé-kafé, restoran, bar, yang menyelenggarakan hiburan malam, mohon memastikan dari sekarang pengaturan jarak kapasitas meja makan, sirkulasi udara, dll. Jangan sampai nanti ditemukan secara besar sehingga akhirnya harus terjadi penutupan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/konferensi-pers-gubernur-jabar.jpg)