7 Tip dari Yamaha dalam Merawat Engine Matic Injeksi Supaya Berumur Panjang
Pilihan engine matic dengan sistem injeksi semakin beragam. Karena itu pabrikan Yamaha membagikan tips merawat mesin motor matik.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sepeda motor matik atau engine matic menjadi banyak pilihan pengendara saat ini.
Body motornya yang beragam, simpel, dan mudah digunakan saat berkendara membuat pengguna kendaraan motor ini merasa praktis.
Mesin yang digunakan pun banyak yang beralih ke engine matic.
Saat ini pilihan engine matic pun semakin beragam dan banyak juga yang memilih sepeda engine matic dengan sistem injeksi.
Alasannya adalah engine matic injeksi memiliki kelebihan dibandingkan engine matic yang masih menggunakan karburator dalam sistem bahan bakarnya.
Baca juga: Pembeli Ingin Yamaha NMAX Barunya Tampil Beda, Diler Ini Sediakan Jasa Custom Sesuai Selera
Baca juga: Yamaha RX-Z Dikombinasikan dengan Upside Down CBR250RR, Begini Tampilannya
Engine matic injeksi memiliki teknologi yang mutakhir yang bisa menekan pemakaian bahan bakar dan menjadikan mesin awet dan berumur panjang dibandingkan engine matic yang karburator.
Selain itu, engine matic injeksi juga lebih irit bahan bakar dibandingkan dengan engine matic karburator.
Lalu bagaimana sih cara merawat engine matic injeksi supaya tetap awet? Simak tipnya dari Yamaha:
1. Memanaskan mesin di awal
Expositions memanaskan mesin di pagi hari ataupun di saat engine baru akan digunakan dianggap perlu dilakukan.
Hal ini bertujuan agar compositions pembakaran di dalam mesin bisa sempurna sebelum digunakan.
Selain itu juga, pemanasan juga bertujuan agar oli mesin melumasi seluruh bagian dalam mesin, dan juga agar temperatur mesin engine menjadi tetap stabil.
Sebaiknya, pemanasan mesin engine dilakukan antara 5-10 menit.
Caranya bisa dengan melakukan kick starter berulang-ulang dengan kontak dalam keadaan off.
Hal ini berguna untuk membagi oli di dalam mesin tadi.
Setelah itu bisa dihidupkan dengan memutar kontak keposisi on sampai mesin hidup.
Catatan: sebaiknya engine dipasang dengan standar tengah saat kick starter.
2. Mengendarai engine dengan baik
Tip kedua yang sering diabaikan untuk merawat engine matic injeksi adalah cara mengendarai engine dengan baik.
Jangan terlalu sering mengendarai engine dengan cara dilaju dengan kecepatan tinggi, dan mengerem secara tiba-tiba kemudian engine kembali dilaju dengan kecepatan tinggi lagi, atau sebaliknya.
Jika hal ini sering Anda lakukan, maka engine matic Anda akan memiliki usia yang tidak panjang dengan individualized structure lain cepat rusak.
Catatan : Motor matik beda dengan engine manual dalam pemindahan persnelingnya.
Jadi gunakan engine matic sewajarnya saja agar mesin tetap awet.
3. Mengecek kondisi bahan bakar
Mengabaikan kondisi bahan bakar engine matic injeksi bisa menyebabkan engine menjadi cepat rusak.
Periksa selalu kondisi bahan bakar dalam tangki bahan bakar engine matic injeksi Anda. Jangan biarkan tangki bahan bakar Anda sampai kondisi kosong.
Engine matic injeksi tidak boleh dalam keadaan kehabisan bahan bakar, karena bisa mengakibatkan engine menjadi mogok.
Catatan : Hindari mengisi bahan bakar eceran yang sering dicampur. Bahan bakar oplosan sangat tidak baik untuk pembakaran mesin engine, terutama engine injeksi. Isilah bahan bakar di tempat pengisian resmi.
4. Mengganti oli mesin secara rutin
Gantilah oli mesin engine matic injeksi Anda secara rutin sesuai dengan buku manual.
Penggantian oli mesin yang dianjurkan adalah setiap pemakaian 1.500-2.000 km.
Mengabaikan langkah ini akan membuat elemen-elemen mesin engine Anda akan cepat aus dan rusak.
Catatan: Gantilah oli mesin dengan oli mesin standar sesuai anjuran bengkel resmi (merchant).
5. Memeriksa kondisi aki dan busi
Performa engine matic sangat didukung dengan komponen engine yang berperan penting seperti aki dan busi.
Perawatan terhadap komponen busi dan aki sangat diperlukan untuk menjaga engine selalu prima dan bertenaga saat melaju.
Apabila kondisi busi sudah tidak berfungsi dengan baik, segera lakukan penggantian dengan yang baru.
Begitu juga dengan aki, selalu cek kondisi aki dalam menunjang sistem kelistrikan engine. Jika sudah tidak berfungsi, gantilah dengan yang baru sesuai anjuran merchant.
Catatan: Kenali ciri-ciri aki engine yang sudah rusak dan harus diganti agar engine tidak mogok di tengah jalan saat bepergian.
6. Memeriksa v-belt dan roller
Sebagai komponen pendukung engine dalam sistem penggerak engine, v-belt dan juga roller menjadi komponen yang rentan sekali dengan kerusakan karena pemakaian dan juga kotoran dalam ruang transmisinya.
Memeriksa v-belt dan roller secara rutin sangat dianjurkan. Jika kondisinya sudah tidak layak, segera ganti dengan yang baru dan asli.
7. Memeriksa shockbreaker
Perawatan terakhir yang sering juga diabaikan pengguna engine adalah komponen shockbreaker.
Engine matic menggunakan single shockbreaker yang perlu diperiksa kondisi olinya dan cara kerjanya.
Jika engine matic Anda mengeluarkan suara yang berasal dari shockbreaker engine Anda, kemungkinan oli shockbreaker-nya harus segera diganti.
Anjuran penggantian oli shockbreaker adalah setiap 10.000 km pemakaian.
Catatan: Hindari memberikan beban berlebih pada engine yang akan mempengaruhi ketahanan dari shockbreaker dan agar tidak cepat bengkok. (*)