Breaking News:

Polisi Bakal Rekayasa Jalan di Bandung Saat Libur Panjang, Okupansi Hotel Ditarget Lebihi 50 Persen

Kota Bandung diprediksi bakal dipadati wisatawan pada libur panjang pekan depan, sekalipun masih di tengah pandemi Covid-19.

TAUFIK ISMAIL/TRIBUN JABAR
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung diprediksi bakal dipadati wisatawan pada libur panjang pekan depan, sekalipun masih di tengah pandemi Covid-19.

Kasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Rano Hadiyanto, turut mengamini prediksi itu.

"Sebagai kota wisata, tentu bakal jadi tujuan wisatawan. Kami menyiapkan personel yang akan digelar nantinya di titik-titik tentunya yang akan menuju tempat wisata. Total jumlah personel yang disiapkan untuk long weekend sebanyak 200 personel," ujar Rano saat dihubungi via ponselnya, Minggu (25/10/2020).

Objek wisata favorit berada di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Namun, akses menuju dua daerah itu melintasi Kota Bandung dan di akses jalan itu, seperti pada kebiasaan sebelumnya, selalu terjadi kepadatan.

"Misalnya di sepanjang jalur Jalan Setiabudhi, Sukajadi, menuju Lembang. Kemudian ke arah Dago. Kemudian di tempat pertokoan yang ada di sepanjang Jalan LLRE Martadinata. Selain itu kami juga di-back up jajaran polsek khususnya di gerbang tol. Akan dilakukan pengaturan," ujarnya.

Baca juga: Banyak Status Peserta yang Dicabut, Kartu Prakerja Akan Buka Gelombang 11, Begini Cara Daftarnya

Baca juga: Nomor 1 Ajax dan Nomor 2 Liverpool, Pelatih Persib Robert Alberts Ternyata Suka 2 Klub Lain

‎Saat terjadi kepadatan di jalur menuju tempat wisata, Rano mengatakan, polisi bakal memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk meminimalisasi risiko kemacetan panjang.

"Pada saat ada kepadatan, misalnya ke arah Lembang, kami akan komunikasi dengan Polres Cimahi. Apabila Polres Cimahi akan melaksanakan one way kami akan mendukung di daerah perbatasan di Ledeng (Setiabudi). Kalau one way tidak dilakukan sedangkan sudah terjadi kepadatan, diarahkan ke Jalan Setiabudi yang dua arah bawah kita belokkan ke kiri ke Jalan Sersan Bajuri," ucap Rano.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, menambahkan, saat libur panjang nanti, okupansi hotel diprediksi dan ditargetkan bisa mencapai 50 persen.

"Pada September lalu angka okupansi mengalami penurunan drastis. Salah satu akibat diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar di Jakarta. Di libur panjang nanti, mudah-mudahan okupansi bisa mencapai 50 persen lebih,"ujar Herman saat dihubungi, Minggu (25/10/2020).

Baca juga: Terdampak Gempa Pangandaran, Puluhan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Rusak, Rata-rata Atap Ambruk

Baca juga: Persib Terkenal Tim Kaya di Indonesia, Bosnya Tidak Setuju: Di Dalam Pusingnya Setengah Mati

Ia mengakui, dengan menargetkan okupansi hotel hingga 50 persen, perlu dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan oleh pengelola hotel.

"Pengusaha hotel dan restoran harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tapi sampai saat ini belum ada klaster (sektoral pariwisata). Kita minta ini dipertahankan," katanya. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved