Breaking News:

Paman Bejat di Majalengka

UPDATE - Ibu Korban di Majalengka Curiga, Perut Anak Membuncit Akibat Perbuatan Sang Paman

Ibu korban pencabulan oleh pamannya sendiri di Majalengka curiga karena tubuh sang anak membesar di bagian perut.

Tribun Jabar
Pelaku pencabulan dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Majalengka, Jumat (23/10/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Ibu korban pencabulan oleh pamannya sendiri di Majalengka curiga karena tubuh sang anak membesar di bagian perut.

Terkuaknya hal tersebut terjadi pada bulan Juni 2020 saat usia kandungan anaknya 6 bulan.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan, mengatakan, berawal dari kecurigaan itulah peristiwa bejat yang dialami sang anak terbongkar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sungguh Bejat! Paman di Majalengka Cabuli Keponakan Hingga Hamil 6 Bulan

Sang ibu saat itu langsung memeriksakan kondisi anaknya ke bidan dan bidan menyatakan bahwa anaknya sedang hamil.

"Jadi setelah berjalan enam bulan dari aksi bejat pelaku, ibu korban mengetahui tubuh sang anak membuncit dan langsung membawa anaknya ke bidan terdekat dan dinyatakan sedang hamil," ujar AKBP Bismo saat konferensi pers, Jumat (23/10/2020).

Dari situlah, kata Bismo, ibu korban tidak terima dan melapor kepada pihak kepolisian.

Baca juga: UPDATE - Kurang dari 12 Jam, Penyelam Hilang di Laut Pantai Cikalapa Sukabumi Ditemukan

Selanjutnya, kasus ini langsung ditangani oleh Unit PPA Polres Majalengka.

"Penangkapan pelaku baru kemarin hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2020. Itu pun setelah korban melahirkan dan diketahui DNA-nya bahwa paman korbanlah yang telah menyetubuhinya," ucapnya.

Peristiwa bejat itu terjadi di salah satu desa di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, pada Desember 2019.

Pelaku yang juga paman korban berinisial N (37) tega mencabuli keponakannya sendiri yang baru berusia 11 tahun hingga hamil 6 bulan.

Namun, saat usia 6 bulan kandungan, perbuatan bejat pelaku terbongkar oleh ibu korban yang menanyakan langsung apa yang telah dialami anaknya.

Setelah korban melahirkan, pelaku pun diringkus dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan atau maksimal 15 tahun penjara. (eki yulianto)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved