Kejari Kabupaten Bandung Musnahkan Berbagai Barang Bukti, Mulai Ganja, Sabu, hingga Senapan Api

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung musnahkan berbagai barang bukti perkara tindak pidana umum priode Januari 2018 samapai Desember 2019

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Lutfi AM
Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung musnahkan berbagai barang bukti perkara tindak pidana umum priode Januari 2018 sampai Desember 2019, di Halaman Belakang Kantor Kejari Kabupaten Bandung, Jumat (23/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung musnahkan berbagai barang bukti perkara tindak pidana umum priode Januari 2018 sampai Desember 2019, di Halaman Belakang Kantor Kejari Kabupaten Bandung, Jumat (23/10/2020).

Adapun barang bukti yang dimusnahkan, seperti ganja, sabu, ekstasi, senjata api, senjata tajam, hingga barang palsu.

Kepala Kejari Kabupaten Bandung, Paryono, secara simbolis langsung membakar barang bukti seperti ganja dan memusnahkan senjata api dengan cara memotongnya dengan mesin grinda.

Baca juga: VIDEO Jembatan Bucin yang Instagramable di Saguling Kabupaten Bandung Barat

Menurut Paryono, barang bukti yang dimusnahkan tersebut dari sebanyak 579 perkara yang sudah ada keputusan tetap atau inkrah.

"Barang bukti ini dari 10 jenis pidana," ujar Paryono, setelah pemusnahan barang bukti.

Adapun 10 pidana tersebut, yakni tindak pidana narkotika terdapat 192 perkara, tindak pidana psikotropika sebanyak 56 perkara, tindak pidana peredaran obat daftar G terdapat 12 perkara, tindak pidana kepemilikan senjata api ada tiga perkara, dan tindak kepemilikan senjata tajam terdapat 55 perkara.

Selain itu, terdapat tindak pidana perjudia 11 perkara, tindal pidana pemalsuan merk 1 perkara, tindak pidana pemalsuan uang 1 perkara, dan tindak pidana pencemaran lingkungan 3 perkara.

Menurut Paryon, barang-baaf yang dimusnahkan tersebut, sudah diputus di pengadilan dan ini sudah tidak diperlukan lagi untuk pembuktian.

"Berdasarkan putusan dari pengadilan barang ini harus dimusnakan," ujar Paryono.

Menurut Paryono, yang paling menonjol terkat perkara penyalahgunaan narkotika.

"Yang paling menonjol perkara penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, sebab paling banyak perkaranya, umlahnya mencapai 192 perkara," ujar Paryono.

Paryono mengaku, pemusnahan barang bukti tersebut diharapkan penjadi perhatia semua pihak.

"Khususnya perkara penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, supaya tidak terulang. Ini hal yang buruk yang harus dicegah," kata Paryono.

Begitu juga, kata Partono, terhadap perkara lain, seperti penggunaan senjata api yang tidak pada tempatnya dan tidak legal.

"Mudah-mudahan ini jadi perhatian," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved