Bupati Bandung Dadang Naser Surati Presiden Jokowi Minta Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Dites

Bupati Bandung, Dadang M Naser, mendorong guru dan tenaga kependidikan honorer, cepat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Bupati Bandung Dadang Naser di kompleks Pemda Kabupaten Bandung, Soreang. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang M Naser, mendorong guru dan tenaga kependidikan honorer, cepat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Bahkan Dadang Naser surati Jokowi agar ada perhatian dari pemerintah kepada guru.

Dalam surat yang dilayangkan kepada kepada Presiden Republik Indonesia, berisi dukungan aspirasi guru dab tenaga kependidikan honorer non kategori 35+ cepat diangkat menjadi ASN.

Selain itu juga surat tersebut berisi permohonan Pemkab Bandung kepada pemerintah pusat, agar mengalokasikan APBN untuk membayar gaji guru dan tenaga pendidikan honorer sesuai UMK.

Baca juga: Cinta Mati pada Kakek 78 Tahun, Noni Pilih Putus Sekolah dan Menikah

Dadang mengaku, Pemkab Bandung ingin para guru dan tenaga kependidikan menjadi pegawai negeri, itu merupakan bentuk perlindungan dari Pemkab Bandung terhadap guru dan tenaga pendidik honorer.

"Di periode pertama Pak Joko Widodo sudah bagus sebetulnya untuk program honorer karena honorer, tidak perlu dites atau diadu dengan pendatang baru yang fresh graduate," ujar Dadang, di Komplek Pemda Kabupaten Bandung, Jumat (23/10/2020).

Menurut Dadang, kalau saat ini ada testing, dan yang terakomodir menjadi ASN, kebanyakan guru honorer yang baru.

"Diharapkan pengangkatan guru atau tenaga kependidikan menjadi ASN di Pemkab Bandung bisa dilakukan tanpa testing, dengan dilihat dari masa pengabdian, keprofesinalismean, hingga daftar Urut kepangkatan," katanya.

Dadang mengatakan, pihaknya mendorong agar diangkat secara otomatis tanpa testing.

Baca juga: Ade Londok Sedang di Atas Angin, tapi Kali Ini Kontroversi, Katai Pengendara Motor, Videonya Viral

"Jadi serahkan ke Pemkab Bandung, Kemenpan RB kami juga diminta turun tangan, agar tidak ada permainan dalam pengangkatannya," tuturnya.

Dadang mengaku, pihaknya ingin mendorong percepatan peningkatan status, bagi yang sudah mengabdi lama harus diprioritaskan dan tanpa testing.

"Bayangkan sekarang, banyak gurunya kalah statusnya sama muridnya. Guru masih honorer, tapi murid sudah jadi ASN," kata Dadang.

Baca juga: Hingga Hari Ke-6, Gadis Cantik Asal Sukabumi yang Kabur Belum Ada Kabar, Ayah Sempat Lapor ke Desa

Dadang memaparkan, kasihan bagi yang telah lama mengabdi kalau dites, kalau di masalah metodologi dan teknik mengajar mereka yang sudah mengabdi lama pasti matang.

"Tapi kalau dites bisa saja kalah kemampuan sama yang baru, masalahnya, mereka (guru honorer yang sudah lama) kadang sudah lupa materi di tes. Contoh, guru yang mengajar lama PMP, maka kalau dites bahasa Inggris, pasti kalah, beda sama yang baru lulus," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved