Breaking News:

Tempat Hiburan Malam di Kota Bandung Akan Tutup Sementara, Bukan karena Covid-19, Tapi Alasan Ini

ejumlah tempat hiburan malam di Kota Bandung akan tutup sementara pada hari Rabu 28 Oktober 2020 yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Theofilus Richard
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah tempat hiburan malam di Kota Bandung akan tutup sementara pada hari Rabu 28 Oktober 2020 yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, mengatakan, tempat hiburan malam seperti pub, karaoke, dan diskotik harus tutup meskipun sudah diberikan relaksasi atau izin operasional dari pemerintah.

"Ya, ada surat edaran yang baru keluar, karena bertepatan dengan hari besar keagamaan akan ada beberapa tempat hiburan yang kemarin sudah direlaksasi, mulai Rabu 28 Oktober pukul 18.00 WIB tutup dan bisa dibuka kembali Kamis 29 Oktober pukul 18.00 WIB," ujar Kenny, saat dihubungi, Rabu (21/10/2020).

Selama libur cuti bersama, kata dia, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung bakal melakukan monitoring di sejumlah area publik dan tempat wisata.

Monitoring perlu dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dan masyarakat serta wisatawan yang datang ke Bandung merasa aman dari penularan Covid-19.

"Pertama, nanti akan kita ingatkan lagi mitra kita dari pariwisata baik itu industri hotel, restoran dan kafe untuk protokol kesehatannya, kelengkapan sarana-prasarananya, mudah-mudahan ada perhatian juga dari dinas kesehatan untuk rapid test, secara random," ucapnya.

Baca juga: Kebutuhan Mendesak, Bupati Ciamis Pastikan Atap Gedung UGD RSU Ciamis yang Ambruk Segera Diperbaiki

Selain itu, kata Kenny, penerapan protokol kesehatan penting dilakukan agar tidak ada klaster baru setelah libur panjang.

Masyarakat dan pengusaha pariwisata, kata dia, harus aktif mengingatkan jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

"Meskipun nanti banyak kedatangan wisatawan tetap jaga protokol kesehatannya karena kami tidak mau sampai terjadi ada klaster, harus disiplin, wisatawan harus diingatkan dengan cara yang ramah supaya wisatawan merasa nyaman dan diterima di Bandung," katanya.

Kenny mengaku bakal bekerja sama dengan instansi lain dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung untuk memastikan protokol kesehatan selama libur panjang nanti tetap berjalan. (*)

Baca juga: Hujan Deras Mengguyur Tak Surutkan Semangat Kurnia Agustina Dengarkan Aspirasi Warga di Cinunuk

Baca juga: Tinggal 4 Kasus, Ini Rahasia Kecamatan Rancasari Menurunkan Angka Pasien Aktif Covid-19

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved