Breaking News:

Sepekan PSBM, Pedagang Keluhkan Pendapatan Berkurang, Bupati Purwakarta : Kami Tak Tega Sebetulnya

Sejumlah pedagang mengeluh pendapatan mereka turun drastis saat PSBM diberlakukan di Purwakarta.

muhamad nandri prilatama/tribun jabar
Penutupan ruas Jalan Baru (Taman Pembaharuan) hingga Jalan BTN mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, Senin (12/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sejumlah pedagang mengeluhkan adanya penerapan pembatasan sosial berskala mikro ( PSBM) yang diterapkan Pemerintah Daerah Purwakarta sejak Senin 12 Oktober 2020, mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di wilayah Kecamatan Purwakarta.

Pemerintah juga melakukan penutupan sementara jalan di sepanjang Jalan Baru hingga pertigaan BTN.

Seorang penjual martabak, Febrian (25), mengaku sangat terasa dampak dari adanya PSBM di sepanjang Jalan Sudirman yang memang menjadi lokasinya setiap hari berjualan.

Ia membuka lapak jualan pukul 17.00 WIB. Ia pun terpaksa harus patuh untuk tutup pada pukul 21.00 WIB.

"Ya hanya 4 jam saja berjualannya. Biasanya saya jualan sampai pukul 01.00 WIB. Ya, jelas berpengaruh pada bawaan yang saya jual, seperti pengurangan pada adonan selama dua minggu PSBM," katanya kepada Tribun Jabar, Kamis (22/10/2020).

PSBM di Purwakarta sudah sepekan berjalan. Febrian berharap pemerintah nantinya tak memperpanjang PSBM ini.

Dia pun mengaku selama PSBM ini telah patuh pada instruksi pemerintah, seperti tutup pukul 21.00 WIB dan tidak melayani makan di tempat.

"Sampai pukul 01.00 WIB biasanya saya bisa dapat uang bersihnya minimal Rp 500 ribu, tapi sekarang sudah balik modal (Rp 250 ribu) aja alhamdulillah. Jadi, semoga enggak diperpanjang," ujarnya.

Hal senada dikatakan Solihin (40) pedagang nasi goreng.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved