Breaking News:

Mantan Sekda Kota Banjar Diperiksa KPK, Penyidik Gali Informasi soal Dugaan Gratifikasi

Penyidik KPK menggali informasi terkait dugaan gratifikasi kepada sejumlah pihak di Pemerintah Kota Banjar.

Editor: Dedy Herdiana
Mantan Sekda Kota Banjar Diperiksa KPK, Penyidik Gali Informasi soal Dugaan Gratifikasi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI petugas komisi pemberantasan korupsi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggali informasi terkait dugaan gratifikasi kepada sejumlah pihak di Pemerintah Kota Banjar.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dilansir Kompas.com, mengatakan, informasi itu digali penyidik saat memeriksa eks Sekretaris Daerah Kota Banjar, Sodikin sebagai saksi kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar, Kamis (22/10/2020).

"Sodikin dikonfirmasi pengetahuannya terkait dengan tupoksi saat menjabat selaku Sekda Pemkot Banjar dan adanya dugaan penerimaan gratifikasi ke beberapa pihak di Pemkot Banjar," kata Ali dalam keterangannya, Kamis.

Selain Sodikin, KPK memeriksa eks Kadis PU Kota Banjar, Fenny Fahrudin; Direktur CV Giza Dago Gilang Gumilang; dan PNS RSUD Kota Banjar, Rachwan dalam kasus yang sama.

"Gilang Gumilang dan Fenny Fahrudin dikonfirmasi terkait dengan proyek-proyek yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kota Banjar yang diduga mendapatkan arahan dari pihak-pihak tertentu di Pemkot Banjar," ujar Ali.

Sementara itu, penyidik menggali informasi soal proyek-proyek yang dilaksanakan oleh RSUD Kota Banjar saat memeriksa Rachwan.

KPK tengah melakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR kota Banjar tahun 2012-2017.

Beberapa saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini antara lain Wali Kota Banjar Ade UU Sukaesih, anak Ade sekaligus Direktur Operasional PT Pribadi Manunggal Guntur Rachmadi, serta sejumlah mantan anggota DPRD Kota Banjar.

Namun, KPK belum menyampaikan informasi detail terkait pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ali mengatakan, informasi terkait kasus tersebut baru akan diumumkan ketika para tersangka telah ditangkap atau ditahan.

"Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan," kata Ali, Jumat (10/7/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Periksa Eks Sekda Kota Banjar, KPK Gali Informasi soal Dugaan Gratifikasi"

Baca juga: Tanah Kuburan Istri Belum Kering, Pria Ini Syok Temukan Anaknya Tewas Tenggelam

Baca juga: 12 Daerah Ini Miliki Kasus Aktif Covid-19 lebih dari 1.000 Pasien, Adakah Kabupaten/Kota di Jabar?

Baca juga: BARU Saja Gempa Bumi Melanda Lombok Barat Kembali, Berikut Daerah yang Merasakan Getaran Gempa

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved