Ubah Laku

Hanya Warga Usia 18-59 Tahun Yang Akan Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Vaksinasi warga berusia bawah 18 tahun dan di atas 59 tahun harus menggunakan rekomendasi dari dokter.

Editor: Machmud Mubarok
nikkei
Ilustrasi vaksin anti-corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mutiara Suci Erlanti

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan warga yang akan diberikan vaksin adalah yang berusia 18 sampai 59 tahun atau  60 persen dari total warga Indonesia.

Vaksinasi warga berusia bawah 18 tahun dan di atas 59 tahun harus menggunakan rekomendasi dari dokter.

"Karena vaksin yang diuji, yang diteliti itu relawannya tidak ada usia balita, tidak ada 18 tahun ke bawah atau 59 tahun ke atas. Jadi kalau berhasil, usia itu yang disuntik. Ujungnya lahirlah kekebalan kelompok atau herd immunity," kata Ridwan Kamil Saat Konferensi Pers Simulasi Vaksinasi Covid-19, Kamis (22/10/2020).

Dengan konsep herd immunity ini, katanya, penerima vaksin menyelamatkan tetangganya atau anggota keluarganya yang tidak mendapat vaksin. 

"Kalau sekarang tidak pakai vaksin, saling tular menular. Tapi kalau nanti sudah ada vaksin, yang imun ini jadi benteng.”

“Katakanlah ada yang kena Covid-19 kemudian bergaul dengan yang punya vaksin, maka yang sudah diberi vaksin ini jadi benteng yang punya vaksin itu. Kepada yang belum mendapat vaksin, walaupun bergaul berkelompok dengan orang-orang yang kena Covid-19, itulah yang kita sebut dengan kekebalan kelompok. 

Menurutnya, kemungkinan vaksin tidak untuk 100 persen warga, hanya 60 persen, di rentang usia yang menggunakan testing relawan. 

"Kita doakan Setelah itu kita kembali normal," ujar Emil sapaan akrab Ridwan Kamil

 Emil mengatakan, diperkirakan pada  tahun 2021 Covid-19 ini masih menyertai masyarakat seperti seperti 2020.

Sebab, katanya, 2021 adalah tahun penyuntikan, masih ada orang yang belum disuntik vaksin.

"Jadi kalau disampaikan 2021 akan normal seperti dahulu, menurut saya terlalu tidak realistis. Tapi saya mendoakan itu terjadi. Tapi kalau mau realistis, menurut saya baru 2022 lah,” katanya.

 Menurutnya, karena tahun 2021 itu tahun  menyuntik vaksin.

 “Kalau menyuntik pastikan ada yang disuntik, ada yang belum, berarti kan protokol pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, itu masih terus berjalan terus sepanjang tahun penyuntikan 2021," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved