Siap-siap Libur Panjang Pekan Depan, Ini yang Dilakukan Disparbud Kabupaten Bandung

Pekan depan ada libur panjang selama lima hari. Ini yang dilakukan Disbudpar Kabupaten Bandung.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Agung Yulianto Wibowo
MATAHARI TERBIT - Seorang pengunjung di Sunrise Point Cukul Pangalengan, Kabupaten Bandung, berswafoto dengan latar matahari terbit, pada pertengahan Agustus lalu. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bandung, bersiap terjadinya lonjakan wisatawan di akhir pekan karena terdapat libur panjang.

Kepala Disparbud Kabupaten Bandung Yosep Nugraha, mengatakan pada akhir pekan depan terdapat libur dan cuti bersama, ditambah dengan Sabtu Minggu jadi lima hari mulai tanggal 28 Oktober sampai 1 November.

Memang pada 29 Oktober murupakan hari libur, yakni hari besar umat Isalm (Maulid Nabi).

"Kemungkinan akan terjadi lonjakan wisatawan, terutama di destinasi wisata, langkah yang kami ambil sesuai hasil rapat dengan kemenko pembangunan manusia dan kebudayaan, dihadiri juga oleh ketua Satgas (Covid-19) nasional, segenap perangkat yang ada di wilayah melakukan antisipasi," ujar Yosef saat dihubungi, Selasa (20/10/2020).

Yosef mengatakan, untuk itu pihaknya melakukan komunikasi dengan semua pelaku usaha pariwisata agar mereka memperketat protokol kesehatan Covid-19.

"Ketat di tempat wisata, hotel, restoran, kafe, yang memungkinkan terjadi pelonjakan kasus (Covid-19)," kata Yosef.

Yosef menambahkan, di Kabupaten Bandung pada prinsipnya, destinasi wisata sudah melakukan disiplin protokol kesehatan Covid-19 dengan baik.

Namun mereka harus tetap berhati-hati mengantisipasi lonjakan kasus.

"Kami meminta mereka disiplin dalam penetapan kapasitas dan daya tampung kunjungan di masa pandemi, ini, kan, tidak bisa 100 persen," tuturnya.

Sesuai penetapan peraturan Bupati, kata Yosef, Nomor 98 tahun 2020, jadi zona kuning itu hanya diizinkan 30 persen dari kapasitas yang ada, itu prakondisi di sebelum masa libur.

"Di hari liburnya, selama lima hari itu, kami melakukan monitoring dan evaluasi dengan petugas Disparbud di destinasi yang ada untuk melakuan pengawasan terhadap pengawasan liburan di tempat wisata . Sehingga kita akan mengetahui hasilnya seperti apa," ujar dia.

Saat ditanya apakah ada sanksi bagi para pelaku usaha yang tak menerapkan protokol kesehatan, Yosef mengatakan sanksi diterapkan bertingkat.

"Dari mulai teguran sampai penutupan tempat wisata. itu sudah sampai tingkat sangat berat, misal tiga kali sudah diperingatkan masih bandel," katanya.

Yosef menambahkan, jika diberi peringatan pertama tetap bandel, diberi peringatan kedua.

Kalau peringatan itu masih diabaikan, pertama adalah pencabutan izin penutupan operasional atau tidak diperkenankan buka.

"Kalau itu tidak diikuti, ya, kami cabut izin usahanya," ucapnya.

Begitu juga wisatawan harus tetap menerapkan protokol kesejatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Baca juga: Minggu Depan Libur Panjang 5 Hari, Cuti Bersama Dipastikan Tetap Diberlakukan

Baca juga: Ngopi Sambil Menikmati Suasana Liburan di De.u Coffee, Tawarkan Konsep Minimalis Tropical

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved