Beternak di Rumah Seperti Pelihara Bom Waktu, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Hobi memelihara ternak di belakang rumah atau yang kandangnya berdekatan dengan rumah bisa memicu bom waktu penyebaran wabah penyakit

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Andri M Dani
ilustrasi-beternak 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Memelihara ternak sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia terlebih yang tinggal di pedesaan.

Memelihara ternak bukan hanya sekedar kegemaran atau hobi, tapi juga bisa menjadi pemasukan dari sisi ekonomi.

Namun ternyata memelihara ternak dianggap seperti memelihara bom bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat.

Dikutip dari IntisariOnline, para pakar penyakit menular di Australia mengatakan, hobi memelihara ternak di belakang rumah atau yang kandangnya berdekatan dengan rumah bisa memicu bom waktu penyebaran wabah penyakit.

Baca juga: Ada 3.602 Kasus Baru dalam 24 Jam Terakhir, 368.842 Orang di Indonesia Tercatat Terinfeksi Covid-19

Direktur penelitian lembaga studi CSIRO di Australia, Paul De Barro, mengatakan bahwa wabah penyakit yang dibawa ayam, babi atau kambing berisiko tinggi mengancam jiwa manusia.

Hewan peliharaan, khususnya di pinggiran kota dan kota, bisa terpapar hewan liar seperti kelelawar.

Kelelawar inilah yang membawa penyakit seperti virus Hendra atau Nipah.

"Ketika populasi urban menyebar, mereka pindah ke area hutan, area alami. Dan karena itu kita semakin dekat dekat dengan hewan liar," katanya kepada ABC.

Perubahan iklim juga dianggap sebagai faktor pemicu, di mana kita menyaksikan hewan-hewan telah mengubah perilaku mereka.

Misalnya di perkotaan semakin sering terlihat kelelawar terbang padahal 50 tahun lalu hal ini tidak dijumpai.

"Ketika kita mendapatkan perubahan ini, risiko penyakit dari hewan ke manusia semakin meningkat," ujar dia.

Baca juga: Dinkes Kota Bandung Sebut Demonstrasi Biasa Jadi Klaster Baru Penularan Virus Corona, Ini Alasannya

Wabah sulit diprediksi dan dibendung

Menurut Dr de Barro, risiko penyebaran penyakit dari hewan ke manusia juga bisa dialami mereka yang tinggal di perkotaan.

Misalnya di Australia ketika ada wabah flu burung, pihak berwenang sulit mendeteksi dari mana asalnya.

Halaman
12
Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved