Dosen Prodi Farmasi UBK Gelar Program Penyediaan Jaringan Internet untuk PJJ, Hanya Bayar Rp 20 Ribu

Dosen Program Studi D3 dan S1 Farmasi Fakultas Farmasi UBK mencari solusi bagi keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua kelompok program pengabdian masyarakat, Dewi Kurnia, bersama tim menyerahkan secara simbolis bantuan Penyediaan Jaringan Internet Berbasis Swadaya Masyarakat untuk Pembelajaran Jarak Jauh kepada Ketua RW 02 Kelurahan Pelindung Hewan, Dani Ramdani dan disaksikan oleh Lurah Pelindung Hewan Hendra Yuliato (kanan) di Madrasah Al-Muhajirin, RW 02 Kelurahan Pelindung Hewan, Sabtu (17/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekelompok dosen Program Studi D3 dan S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana (UBK) mencari solusi bagi keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan melalui program pengabdian masyarakat.

Mereka melakukan itu berawal dari kegelisahan masyarakat, khususnya para orang tua murid yang merasa terbebani dengan desakan kebutuhan kuota internet. Kebutuhan internet adalah keharusan di tengah pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19.

Ada delapan dosen UBK yang terlibat. Mereka adalah Dewi Kurnia, Aiyi Asnawi, Ivan Andriansyah, Rahma Ziska, Idar, Purwaniati, Vina Juliana, dan Anne Yuliantini.

Mereka membuat program pengabdian masyarakat yang telah berlangsung sejak September dengan tajuk Membangun Nalar dan Tindakan Menghadapi Pandemi Covid-19 Melalui Penyediaan Jaringan Internet Berbasis Swadaya Masyarakat Untuk Pembelajaran Jarak Jauh.

Mereka mengaplikasikannya di wilayah RW 02 Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astana Anyar, dan RW 03 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat, Dewi Kurnia, mengatakan, kuota internet menjadi salah satu kebutuhan primer saat ini, selain sadang, pangan, dan papan.

Meski demikian, kemampuan pemenuhan kebutuhan dari kuota internet pun tidak dapat disamaratakan. Justru memunculkan persoalan baru dari situasi pandemi Covid-19 di masyarakat.

Baca juga: Perbedaan Harga Mobil Pimpinan KPK Era Sekarang dengan Abraham Samad, Ini Masa Pandemi, Bos

Kondisi ini pun dirasakan juga oleh warga RW 02 Kelurahan Pelindung Hewan dan RW 03 Kelurahan Cipedes yang kini menjadi objek penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Melalui penyediaan jaringan internet ini, diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak usia sekolah yang ada di sini agar tetap dapat mengikuti PJJ, sekaligus dapat membantu mengurangi beban psikologis dan ekonomi para orang tua yang terus menerus membeli kuota internet bagi anak-anaknya setiap bulan," ujarnya di sela kegiatan penyerahan bantuan perangkat jaringan internet kepada Ketua RW 02 di Madrasah Al-Muhajirin, Kelurahan Pelindung Hewan, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2020).

Dewi menjelaskan, upaya penyediaan jaringan internet ini diklaim tidak akan berbenturan atau tumpang-tindih dengan program bantuan kuota internet yang telah diluncurkan oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

Sebab, secara mekanisme pemanfaatan kedua program tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

"Tanpa mendiskreditkan bantuan kuota internet yang telah di salurkan pemerintah, tapi kenyataan di lapangan, masyarakat banyak mengeluh dengan pemanfaatannya. Apalagi, bantuan kuota internet sebesar 50 GB tersebut hanya mampu mengakses aplikasi atau konten pembelajaran, sehingga pada beberapa mata pelajaran, siswa yang diwajibkan untuk mengirim tugas dalam bentuk tayangan video dan diunggah melalui YouTube atau guru yang memberi arahan melalui WhatsApp tidak dapat diakses para murid. Karena kedua aplikasi ini tidak termasuk yang diakomodir oleh sistem dalam kuota internet itu, akibatnya orang tua terpaksa tetap harus membeli paket kuota internet reguler," ucapnya.

Sedangkan, untuk penyediaan jaringan internet program pengabdian masyarakat UBK, pihaknya memilih menggunakan WiFi atau jaringan internet terbuka dibandingkan chip kuota internet.

Hal ini dimaksudkan, agar pemanfaatanya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat, terutama anak sekolah.

Terlebih jaringan internet terbuka tersebut mampu menjangkau hingga 100 pengguna dalam waktu yang bersamaan secara stabil.

"Selain itu, kami pun menerapkan prinsip swadaya masyarakat untuk dapat memelihara keberlangsungan dari penyediaan jaringan internet. Para pengguna akses akan dikenakan biaya infak untuk ditukarkan dengan ID dan password dalam memanfaat fasilitas tersebut. Ada pun besaran infak yang ditetapkan, Rp 1000 untuk akses unlimited selama satu hari, Rp 7000 untuk satu minggu, dan Rp 20 ribu untuk satu bulan. Jadi jauh lebih terjangkau," ujar Dewi.

Meski dapat diakses oleh siapa saja, namun fasilitas tersebut tetap diprioritaskan bagi para siswa yang berada di lingkungan RW 02 Kelurahan Pelindung Hewan dan RW 03 Kelurahan Cipedes.

Sebagai upaya pengawasan pemanfaatan, pihaknya pun telah menetapkan jadwal operasional jaringan internet yang hanya dapat diakses mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB, dan akan dimatikan sementara begitu tiba waktu salat.

"Kami berharap, selain menjadi solusi permasalahan kebutuhan kuota internet dalam PJJ, tapi juga kedepan mampu memfasilitasi minat dan pertumbuhan ekonomi masyarakat untuk dapat menghasilkan sebuah produk kreativitas yang kemudian dapat dijual melalui online guna memenuhi kebutuhan hidup masing-masing di masa pandemi seperti sekarang," katanya.

Ketua RW 02 Kelurahan Pelindung Hewan, Dani Ramdani, mengapresiasi program pengabdian masyarakat yang digagas para dosen UBK di wilayahnya.

Terlebih, bantuan penyediaan jaringan internet tersebut sejalan dengan program dirinya yaitu, menjadikan RW 02 sebagai kawasan digital.

Bahkan, dengan hadirnya koneksi jaringan internet terbuka ini, ke depan salah satu implementasi dari program RW 02 Digital adalah mengintegrasikan sistem keamanan lingkungan melalui pengawasan CCTV yang terkoneksi dengan Android atau gawai lainnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada para dosen UBK dengan adanya program pengabdian masyarakat ini, karena turut membantu upaya pemaksimalan kegiatan PJJ bagi anak-anak usia sekolah di sini yang jumlahnya kurang lebih sekitar 400-an pelajar. Aapalagi dampak dari upaya ini telah menjadi solusi besar bagi para pelajar yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi," ujarnya di lokasi yang sama.

Baca juga: DAFTAR Nama Korban Meninggal dan Luka Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor Akibat Rem Blong

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, Truk Sapu Mobil dan Tiga Sepeda Motor, 5 Orang Meninggal

Oleh karenanya, ia berharap bahwa hadirnya bantuan ini selain dapat meningkatkan semangat belajar bagi anak-anak, juga menjadi solusi bagi para orang tua yang selama ini terbebani dengan kebutuhan pembelian kuota internet.

"Kamin pun berharap bahwa kerjasama antara UBK dan RW 02 Kelurahan Pelindung Hewan khususnya tidak terhenti cukup sampai di sini, tetapi ada program-program lanjutan lainnya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Lurah Pelindung Hewan, Hendra Yulianto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berharap program penyediaan jaringan internet untuk kebutuhan PJJ tidak hanya dilakukan di RW 02, tapi juga di sembilan RW lainnya yang berada di Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astana Anyar.

"Karena ini merupakan program positif dan sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat. Kami ingin mengembangkan program ini dilakukan di sembilan RW lainnya sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jumlah yang lebih besar," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved