Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Tolak Rapid atau Swab Test didenda Rp 5 Juta? Pemda DKI Sedang Susun Raperda Penanggulangan Covid

Bapemperda DPRD DKI Jakarta sedang membahas penyusunan rancangan peraturan daerah tentang penanganan Covid-19.

Editor: Siti Fatimah
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Kasus Covid-19 masih terus ditemukan di sejumlah daerah, bahkan ada beberapa daerah masuk kategori dengan kenaikan kasus positif Covid-19, salah satunya adalah DKI Jakarta.

Sebagai salah satu upaya menekan angka penambahan kasus serta menghentikan penyebaran virus corona, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta sedang membahas penyusunan rancangan peraturan daerah tentang penanganan Covid-19.

Dikutip dari Trinunews, salah satu aturan yang sedang dibahas yakni soal denda Rp 5 juta bagi warga penolak rapid maupun swab test.

Baca juga: Orang Muda Tak Akan Dapat Vaksin Covid-19? Ini Alasan WHO dan Kriteria Penerima Vaksin Corona Virus

"Ada beberapa hal yang kita atur misalnya orang yang menghindar atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan baik rapid maupun PCR itu dikenakan sanksi Rp 5 juta," kata Anggota Bapemperda Judistira Hermawan kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Selain denda bagi penolak rapid dan swab test, warga yang memaksa mengambil jenazah kerabat yang dinyatakan positif Covid-19 juga akan dikenai denda serupa sebesar Rp5 juta.

Sanksi denda diatur agar masyarakat patuh terhadap ketentuan yang menjadi kebijakan Pemprov DKI.

"Kemudian kalau dengan ancaman pengambilan jenazahnya itu Rp 7,5 juta," ungkap anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI tersebut.

Dalam Raperda Covid-19 juga diatur soal kewenangan aparat penegak hukum dalam menegakkan protokol kesehatan di lapangan kepada individu maupun tempat usaha.

Baca juga: Diklaim Halal, Indonesia Kerjasama Pengembangan dan Pengadaan Vaksin Berbahan RNA Sintesis

Sanksi pidana sudah dimasukkan dalam sejumlah pasal.

"Sanksi denda maupun pidana juga sudah masuk dalam pasal-pasal di raperda ini. Total pasal yang ada dalam raperda ini kalau nggak salah ada 26 pasal," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved