Breaking News:

Polisi Ungkap Penyebab 8 Tokoh KAMI Ditangkap, dari Penghasutan sampai Info Berbau SARA

Kendati demikian, ia memastikan mereka tidak berada dalam grup yang sama saat menyebarkan informasi yang bersifat ujaran kebencian tersebut.

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Firman Wijaksana
Massa aksi berbaju hitam sempat terlibat kericuhan dengan mahasiswa saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Garut, Kamis (8/10/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Bareskrim Polri menyebutkan 8 petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap polisi diduga melakukan penghasutan unjuk rasa Omnibus Law UU Cipta Kerja melalui grup WhatsApp (WA).

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan percakapan itulah yang menjadi dasar kepolisian menangkap kedelapan pelaku.

Menurutnya, isi pesan itu bersifat ujaran kebencian dan penghasutan.

"Percakapannya di grup mereka. Kalau rekan-rekan membaca WA-nya ngeri. Pantas kalau di lapangan terjadi anarki itu, mereka masyarakat yang tidak paham betul, gampang tersulut," kata Brigjen Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020).

Syahganda Nainggolan.jpg
Syahganda Nainggolan.jpg (ISTIMEWA)

Dalam percakapannya itu, Awi menyebutkan seluruhnya juga diduga memberikan informasi yang menyesatkan berbau SARA dan bersifat penghasutan.

Selain itu, polri juga menemukan indikasi mereka merencanakan aksi perusakan.

"Patut diduga mereka mereka itu memberikan informasi yang menyesatkan berbau SARA dan penghasutan-penghasutan itu. Mereka memang direncanakan sedemikian rupa untuk membawa ini membawa itu, melakukan pengerusakan itu ada jelas semua terpapar jelas," ungkapnya.

Kendati demikian, ia memastikan mereka tidak berada dalam grup yang sama saat menyebarkan informasi yang bersifat ujaran kebencian tersebut. 

"Enggak bukan tergabung grup yang sama. Semua akan profiling. Case per casenya di profiling," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan Kahiri Amri dan tiga pengurusnya Juliana, Devi dan Wahyu Rasari Putri ditetapkan sebagai tersangka.

Moh Jumhur Hidayat
Moh Jumhur Hidayat (setkab.go.id)

Selain itu, anggota KAMI Jakarta Kingkin Anida juga telah berstatus tersangka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved