Breaking News:

Kampus

Politeknik Pos Indonesia Kukuhkan 651 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021 Secara Daring

Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr. Ir. Agus Purnomo MT mengatakan, menjadi seorang mahasiswa, tentunya akan berbeda dengan siswa.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
Sidang Terbuka Senat Politeknik Pos Indonesia dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru Tahun Akademik 2020/2021 yang diselenggarakan secara daring, Selasa (13/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Politeknik Pos Indonesia menggelar sidang terbuka senat dalam rangka pengukuhan 651 mahasiswa baru, jenjang pendidikan Diploma III (ahli madya) dan Diploma IV (sarjana terapan) Tahun Akdemik 2020/2021 secara virtual melalui aplikasi telekonfrensi.

Sidang terbuka senat dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi telekonfrensi, karena belum berakhir masa pandemi Covid-19 di tanah air.

Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr. Ir. Agus Purnomo MT mengatakan, menjadi seorang mahasiswa, tentunya akan berbeda dengan siswa.

Kata Maha yang disematkan memiliki makna sebagai cerminan yang istimewa sekaligus menjadi tantangan yang akan dihadapi bagi setiap orang yang mengalaminya.

Untuk itu sebagai pelajar dan bagian dari masyarakat, maka mahasiswa memiliki peran yang sangat kompleks dan menyeluruh, sehingga dikelompokan dalam tiga fungsi yaitu, agent of change (agen perubahan), social control (kontrol sosial di lingkungannya), dan iron stock (generasi penerus untuk memimpin bangsa ini).

"Sebagai peran agent of change, mahasiswa dituntut untuk mampu menuangkan ide pemikiran cerdasnya guna merubah paradigma yang berkembang di suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama. Selain itu, mahasiswa pun harus mampu menjadi agen pemberdayaan yang berperan sebagai social control terhadap pembangunan fisik dan non fisik dari sebuah bangsa," ujarnya dalam telekonferensi sidang senat terbuka pengukuhan mahasiswa baru Poltekpos Indonesia, Selasa (13/10/2020).

Kemudian mahasiswa, sebagai iron stock yang berarti calon pemimpin bangsa masa depan, menggantikan generasi yang telah ada, dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan perubahan dari kepemimpinan sebelumnya.

Untuk menjadi iron stock, lanjutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memupuk diri dengan ilmu spesifik saja, tetapi juga perlu ditunjang dengan kompetensi soft skill lainnya, seperti kepemimpinan, kemampuan memposisikan diri, interaksi lintas generasi dan sensitivitas yang tinggi.

Direktur menuturkan, berkembangnya situasi dunia saat ini dengan hadirnya era revolusi industri 4.0 dan situasi lingkungan Volatile, Uncertain, Complexity, and Ambigity (VUCA).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved