Jumat, 10 April 2026

Demi Perawatan, Bendung Rentang Jatitujuh di Majalengka Sengaja Dikeringkan

Nantinya pengeringan ini akan dilakukan selama sembilan hari atau hingga tanggal 31 Oktober 2020.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Situasi Bendung Rentang Jatitujuh pasca dikeringkan, Senin (12/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Bendung Rentang yang berada di Desa Panongan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka sengaja dikeringkan, Senin (12/10/2020).

Hal ini bertujuan untuk melakukan perawatan terkait peralatan dan kondisi terkini Bendung tersebut.

Koordinator Lapangan Bendung Rentang, Dadi Supriyadi mengatakan pengeringan yang dilakukan pihaknya dilakukan pagi tadi pada pukul 08.00 WIB.

Dikatakan dia, nantinya pengeringan ini akan dilakukan selama sembilan hari atau hingga tanggal 31 Oktober 2020.

Baca juga: Tak Tahan Terus Dituduh Selingkuh, Ibu Muda Bakar Diri Depan Suami dan Mertua

"Ini sudah kami lakukan setiap tahunnya. Untuk perawatan. Saat ini juga para petani sudah tidak terlalu membutuhkan saluran air untuk tanaman mereka," ujar Dadi saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020).

Selama pengeringan, kata Dadi, Bendung yang mengaliri dua anak sungai tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk mencari ikan.

Pasalnya, sungai yang surut membuat ikan-ikan lebih mudah ditangkap untuk nantinya dikonsumsi warga demi kebutuhan sehari-hari.

Dua sungai tersebut, yakni sungai Sindupraja dan sungai Cipelang.

"Ya, sudah kaya tradisi warga. Jadi setiap Bendung ini dikeringkan, banyak warga yang mencari ikan, dan memang ikannya banyak. Bahkan, dari luar Majalengka pun banyak yang sengaja datang ke sini," ucap dia.

Selain itu, Dadi menambahkan, terkait pengeringan yang dilakukan pihaknya sampai saat ini tidak ada dampak yang berarti untuk aliran irigasi.

Baca juga: VAKSINASI COVID-19 NOVEMBER, Menkes Terawan Sebut Kelompok Pertama Disuntik Vaksin Covid-19, Gratis

Hal ini dikarenakan, pihaknya sudah memiliki tampungan dari Waduk Jatigede yang ia yakini dapat mengatasi hal tersebut.

"Sampai saat ini, sebelum melakukan pengeringan kami selalu koordinasi dengan pihak Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan disepakati bahwa pengeringan dilakukan pada tanggal 12 Oktober sampai 31 Oktober 2020 atau lebih lama dibanding tahun kemarin yang hanya satu Minggu," kata Dadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved