Breaking News:

Unjuk Rasa dari Forum Mahasiswa Indonesia di Depan Gedung Sate Batal Digelar, Polisi Tetap Berjaga

Rencana aksi unjuk rasa lanjutan tolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang sedianya akan dilakukan batal digelar

Tribun Jabar/Cipta Permana
Situasi di sekitar kawasan Gedung Sate dan DPRD Jabar yang menjadi titik lokasi rencana aksi bertajuk "Panggung Rakyat Jawa Barat Menggugat Represifitas Polri, DPR & Jokowi" relatif normal dan tidak ada tanda-tanda potensi unjuk rasa, Sabtu (10/10/2020) . 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rencana aksi unjuk rasa lanjutan tolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang sedianya akan dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Indonesia di depan Gedung Sate, Sabtu (10/10/2020) batal digelar.

Pasalnya, dalam pamflet digital seruan aksi bertajuk "Panggung Rakyat Jawa Barat Menggugat Represifitas Polri, DPR & Jokowi" yang diterima Tribun Jabar, tercantum waktu pelaksanaan aksi akan dimulai pada pukul 15.00 WIB.

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi yang disebutkan, sejak waktu tersebut hingga pukul 18.00 WIB tidak tampak satu pun peserta aksi yang datang untuk sekedar bersiap menyampaikan aspirasi.

Bahkan, arus lalu lintas di Jalan Diponegoro tampak lancar dan tidak ada tanda-tanda penutupan oleh pihak kepolisian.

Meski demikian, sejumlah personel Polisi dan satuan pengamanan (Satpam) memilih tetap bersiaga di sekitar Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat, sebagai bentuk antisipasi apabila massa aksi ternyata mengubah jadwal pelaksanaan demonstrasi.

Salah seorang pengendara roda dua yag ditemui di sekitar Gasibu, Maulana Yudha (30) mengaku, dirinya tidak melihat ada tanda-tanda akan adanya aksi unjuk rasa seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu. Bahkan, dirinya sempat berkeliling disekitar Jalan Tamansari, Ir. H. Djuanda, dan Trunojoyo yang biasa menjadi titik kumpul massa sebelum bertolak ke Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat, kondisinya relatif sepi dari aktivitas kerumunan peserta aksi.

"Iya saya tadi juga sempet keliling-keliling ke titik yang biasa jadi tempat berkumpulnya pendemo, khawatir kalau misalnya nanti justru ada persiapan untuk unjuk rasa, tapi ternyata saya engga lihat ada yang seperti itu, dan situasi kayaknya lebih kondusif dari kemarin-kemarin," ujarnya saat ditemui di depan Gedung Sate, Sabtu (10/10/2020).

Dirinya berharap, aksi unjuk rasa tidak kembali terjadi, terutama berlangsung anarkis seperti hari sebelumnya. Sehingga, masyarakat Kota Bandung dapat menikmati rutinitas akvitivas secara normal.

"Harapannya, waktu tiga hari menyampaikan aspirasi itu sudah cukup dan mudah-mudahan didengar dan direspon oleh Pemerintah Pusat untuk mengkaji kembali Omnibud Law UU Cipta Kerja, sehingga masyarakat bisa kembali tenang dan menikmati rutinitas aktivitasnya masing-masing," ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Rizal (30) warga Kecamatan Gede Bage yang sedang berjualan di Taman Gasibu. Menurutnya, meski sempat dilanda kekhawatiran akan adanya aksi unjuk rasa lanjutan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari sesama pedagang di sekitar Gedung Sate. Namun, sejak dirinya tiba pukul 16.30 WIB hingga saat ini, Ia tidak melihat adanya tanda-tanda kerumunan massa peserta aksi.

"Dari jam setengah lima saya disini, saya engga lihat adanya itu (peserta aksi), mudah-mudahan jangan ada lah. Kasian mereka pada datang jauh-jauh kesini dari rumahnya. Apalagi sekarang lagi korona gini, apa engga takut tertular gitu ya, kan pada mepet-mepet gitu pas demonya," katanya.

Rencana Unjuk Rasa dari Forum Mahasiswa Indonesia di Depan Gedung Sate Batal Digelar, Sabtu (10/10/2020). Sejumlah personel kepolisian mulai berangsur membubarkan diri dan meninggalkan lokasi di sekitar kawasan Gasibu.
Rencana Unjuk Rasa dari Forum Mahasiswa Indonesia di Depan Gedung Sate Batal Digelar, Sabtu (10/10/2020). Sejumlah personel kepolisian mulai berangsur membubarkan diri dan meninggalkan lokasi di sekitar kawasan Gasibu. (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Hingga berita ini ditulis, tampak sejumlah personel kepolisian mulai berangsur membubarkan diri dan meninggalkan lokasi di sekitar kawasan Gasibu. (Cipta Permana).

KBMU Desak Polrestabes Bandung Minta Maaf Terbuka soal Perusakan Kampus dan Pemukulan Satpam

Cegah Ikut Aksi, FAGI Jabar Imbau Orangtua dan Guru Meningkatkan Pengawasan terhadap Anak-anak

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved