Kedai Kopi Unik

Walaupun Segelas Kopi Dibayarnya Suka-suka, Kopi Mage Tak Mengalami Kerugian, Terima Roasting Kopi

KEPALA Produksi Coffe Mage, Dzikry Pramanda (27), mengaku sejak dibukanya program bayar suka-suka, usaha kedai kopinya belum pernah mengalami kerugian

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Barista Kopi Mage di Soreang, Kabupaten Bandung. 

KEPALA Produksi Kopi Mage, Dzikry Pramanda (27), mengaku sejak dibukanya program bayar suka-suka, usaha kedai kopinya belum pernah mengalami kerugian. Kopi Mage juga terima roasting kopi juga. 

"Tak dimungkiri laba dari bayar suka-suka tetap ada, meski sedikit. Jadi alhamdulillah tak pernah rugi," kata Dzikry, yang akrab disapa Eky ini di kedainya, Rabu (2/9/2020).

Eky memaparkan, Kopi Mage hingga kini masih bisa tetap hidup karena pelanggan setianya. Meski, katanya, ada aja setiap harinya orang baru yang datang.

"Sampai saat ini yang datang kebanyakan pelanggan. Mereka (pelanggan tetap) sudah mengerti, meski bayar suka-suka, tetap membayar dengan harga pada umumnya," kata Eky.

Eky mengatakan, selama ini, penikmat kopinya bervariasi dalam jumlah pembayarannya. Ada yang bayar Rp 2 ribu per gelas, tapi banyak juga yang membayar Rp 50 ribu per gelasnya.

"Jadi yang bayar besar bisa menutupi yang bayar kecil itu," katanya.

Di Mage Kopi, kata Eky, jumlah karyawannya 5 orang. "Di bar ada tiga pegawai dan dua orang untuk Roastry," tuturnya.

Eky mengatakan, untuk gajih pegawai yang di bar, itu dari hasil bayar suka-suka dan untuk roastery.

Untuk roastery-nya sendiri, Kopi Mage baru mulainya Agustus 2019.

"Hingga kini yang menjadi tulang punggung Mage Kopi di roastery-nya. Bersukur produksi bisa terus meningkat," katanya.

Untuk roastery, Eky mengaku, baru bisa memproduksi di bawah 2 ton kopi, untuk target bisa sampai 3,2 ton kopi perbulannya.

"Kami juga kan menerima jasa roasting," katanya.

Kedai Kopi Unik di Soreang, untuk Segelas Kopi Bayarnya Suka-suka, Namanya Kopi Mage

Eky memaparkan, untuk jasa roasting satu kilo kopi dibanderol Rp 10 ribu, dengan jumlah minimal 10 kg kopi.

"Satu kilo juga bisa, namun harganya Rp 25 ribu," katanya.

Jadi kata Eky, untuk menerapkan bayar suka-suka tak terlalu terbebani dengan bahan baku.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved