Minggu, 14 Juni 2026

Belanda Kembali ke Indonesia Tawarkan Kerja Sama Penanaman Modal 

Pasar Indonesia masih menunjukkan daya tarik tinggi bagi pengusaha Eropa, khususnya Belanda.

Tayang:
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Pengibaran bendera Indonesia dan Belanda di PT Honicel Indonesia mewarnai kerjasama kedua negara dalam penanaman modal. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasar Indonesia masih menunjukkan daya tarik tinggi bagi pengusaha Eropa, khususnya Belanda.

Oleh karena itu Belanda pun masih tetap melihat Indonesia sebagai market yang memiliki masa depan cerah untuk diajak kerja sama dalam penanaman modal asing.

Tak heran jika saat ini banyak pengusaha Belanda yang memperluas jaringan bisnis untuk market Indonesia.

Investor Belanda sampai Australia Minati Pembangunan TPPAS Cirebon Raya

Penanaman modal asing ini dinilai memberikan dampak positif bagi Belanda dan Indonesia karena dengan investasi ini kedua pihak bisa tumbuh bersama di era yang sangat penuh tantangan ini. 

Salah satu expansi atau bentuk kerja sama antara Belanda dan Indonesia adalah hadirnya PT Honicel Indonesia. Kerja sama ini menjadi salah satu  contoh bentuk kerja sama bilateral kedua negara. 

MD Honicel Indonesia, Michael, mengatakan bahwa PT Honicel Indonesia mendirikan pabrik pertamanya di Tangerang Indonesia dengan tujuan untuk mendirikan pabrik berikutnya di Surabaya dan Semarang dalam waktu dekat ini.

Kawasan Peruntukkan Industri di Indramayu Mulai Dilirik Investor, Kini Sudah Ada 18 Industri

 Lini bisnis utamanya adalah produksi kertas honeycomb yang diperuntukkan dalam indus tri furnitur dan pintu.

"PT Honicel Indonesia juga memproduksi dan mendorong Industri export untuk go green dengan menggunakan produknya untuk mengurangi pemakaian dan penceramaran lingkungan yang disebabkan oleh styrofoam," tutur Michael dalam keterangannya belum lama ini. 

Tak dipungkiri bahwa banyak yang menilai investasi di Indonesia adalah sebuah risiko tinggi  karena beberapa faktor seperti rawan gempa dan banjir, banyaknya aksi demo, hingga infrastruktur yang kurang memadai. 

Namun Michael melihat di luar itu semua, baik dari sisi pro dan kontra, Investasi di Indonesia masih cenderung sangat diminati oleh pihak asing dan didukung penuh oleh Presiden Jokowi, seperti yang saimpaikan dalam visi misi nya dalam periode 2019-2024.

"Salah satunya adalah memudahkan dan mengundang investor asing untuk membuka lahan pekerjaan dan kesempatan baru bagi Indonesia. Hal ini pun mengundang banyak nya lini bisnis baru untuk mulai produksi lokal di Indonesia," katanya.

Menurut Michael, Honicel Indonesia tumbuh cepat karena dukungan masyarakan yang semakin peduli lingkungan.

Diharapkan dengan adanya fasilitas atau produksi lokal yang memadai, baik dari kualitas dan kapasitas, konsumsi pasar ekspor untuk kebutuhan  pengemasan ramah lingkungan  bisa terpenuhi oleh Honicel Indonesia.   

“Produksi sekarang ini meningkat pesat karena buyer di luar sana minta semua pengiriman sampai negara mereka harus go green dan tidak boleh ada styrofoam” kata Michael. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved