Begini Penjelasan Dinkes Soal Kerabat yang Buka Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Peti jenazah pasien terkonfirmasi positif dibuka paksa saat akan dikuburkan di kompleks pemakaman Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/FAUZI NOVIANDI
ILUSTRASI: Personel Polres Sukabumi mengangkat peti jenazah dalam simulasi penanganan jenazah Covid-19 di Halaman Mapolres Kota Sukabumi, Senin (20/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Peti jenazah pasien terkonfirmasi positif dibuka paksa saat akan dikuburkan di kompleks pemakaman Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Perisitiwa yang terjadi pada Minggu (4/10/2020) pagi tersebut videonya pun viral di media sosial.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, memastikan pasien itu terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab test yang dilakukan petugas RSD Gunung Jati, Kota Cirebon.

Begini Kronologis Dibukanya Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Sebab, menurut dia, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (3/10/2020), pasien tersebut sempat dirawat di RSD Gunung Jati karena mempunyai riwayat penyakit penyerta.

"Keluarganya sudah tahu kalau pasien ini positif Covid-19," kata Enny Suhaeni saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (5/10/2020).

Ia mengatakan, pihak keluarga juga telah mengetahui pasien dinyatakan positif terpapar virus corona dan pemakamannya dilakukan sesuai protokol Covid-19.

VIRAL VIDEO Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon Dibuka Saat akan Dimakamkan

Karenanya, keluarga pasien tidak keberatan mengenai prosesi pemakamannya setelah diberikan penjelasan.

Namun, warga yang berkumpul di lokasi pemakaman meminta paksa peti jenazah pasien kemudian membukanya.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak warga tidak memercayai bahwa pasien terpapar virus corona.

Bahkan, warga juga membuka plastik yang membungkus jenazah pasien di dalam peti tersebut.

"Sebenarnya dari pihak keluarga enggak keberatan pemakamannya sesuai protokol Covid-19," ujar Enny Suhaeni.

Pihaknya juga menyayangkan tindakan warga yang membuka paksa peti jenazah pasien itu.

Pasalnya, peti jenazah pasien tidak boleh dibuka dan harus langsung dikuburkan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved