Breaking News:

Juli, Agustus, dan September Indonesia Deflasi, 3 Bulan Berturut-turut, Tanda Bahaya, Harus Waspada

Kewaspadaan juga harus dilihat dari inflasi inti yang terus menurun sejak Maret 2020

DOKUMENTASI TRIBUNNEWS
Illustrasi cabai merah di Tasikmalaya. Pedagang menyusun cabai di kiosnya di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/4/2014). Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo memperkirakan akan terjadi deflasi pada bulan April 2014. Deflasi terjadi dikarenakan turunnya sejumlah harga komoditas seperti cabai dan harga makanan lainnya. (FOTO: TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

TRIBUNJABAR.ID - Terjadinya deflasi pada September 2020 lalu membuat Indonesia mengalaminya selama tiga bulan berturut-turut.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pergerakan tingkat inflasi dari bulan ke bulan (month to month/mtm) selama tahun 2020 digambarkan melalui garis berwarna merah dengan kembali terjadinya deflasi pada September.

KABAR BAIK SEKALI! Jutaan Guru Honorer dan Guru Agama Juga Bakal Dapat Bantuan Subsidi Upah

Cara Mengecek Apakah Anda Terima Subsidi Gaji Pekerja Swasta atau Tidak, Cek Juga Jadwal BLT Tahap 5

Bantuan Tunai Rp 2,4 Juta Diperpanjang, Sasaran Penerima 12 Juta Baru Terserap 9 Juta, Ini Caranya

"Berarti terjadi deflasi berturut-turut selama 3 bulan. Jadi, selama kuartal III 2020 pada Juli, Agustus, dan September terjadi deflasi," ujar Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers virtual, Kamis (1/10/2020).

Tren deflasi menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa terus menurun dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Turunnya harga suatu barang atau jasa berimbas pada sektor lain seperti menurunnya upah pekerja.

Suhariyanto merincikan, deflasi pada Juli sebesar 0,1 persen, Agustus 0,05 persen, dan September kembali terjadi deflasi sebesar 0,05 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (12/12/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Untuk inflasi tahunannya bisa dilihat bahwa pada September itu adalah sebesar 1,42 persen. Sedikit mengalami kenaikan dibandingkan posisi Agustus yang inflasi sebesar 1,32 persen," katanya.

Namun, jika dibandingkan dengan posisi Juli awal kuartal III 2020 maka inflasi September yang sebesar 1,42 persen ini lebih rendah.

 

Dia menambahkan, jika dilihat menurut kelompok pengeluaran, ada empat kelompok yang mengalami deflasi dari catatan BPS.

Pertama adalah makanan minuman dan tembakau yang mengalami deflasi 0,37 persen, lalu kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki juga terjadi deflasimeskipun tipis 0,01 persen.

Halaman
1234
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved