Breaking News:

Lapas Sukamiskin Kedatangan Penghuni Baru, Dia Koruptor Proyek e-KTP

Terpidana kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP Markus Nari itu akan mendekam di sana selama 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan.

Editor: Ravianto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Markus Nari bergegas meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (5/6/2018). Politisi Partai Amanat Nasional itu diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi bekas anggota DPR fraksi Partai Golkar Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakat Klas IA pada Kamis (1/10/2020).

Terpidana kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP Markus Nari itu akan mendekam di sana selama 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan.

"Terpidana Markus pidana dengan cara memasukkan terpidana Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 8 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," ujar Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (2/10/2020).

Kata Ali, Markus juga di bebani membayar denda sebesar Rp300.000.000.

Bilamana denda tidak dibayar maka Markus dikenakan pidana pengganti berupa kurungan selama 8 bulan.

Markus juga dikenakan pidana tambahan lainnya untuk membayar uang pengganti sebesar 900.000 dolar AS.

Jika Markus terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa.

"Dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana dengan pidana penjara selama 3 tahun," ujar Ali.

Markus juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan.

Diketahui Markus awalnya dihukum 6 tahun penjara di tingkat pertama.

Hukuman itu kemudian diperberat menjadi 7 tahun penjara di tingkat banding.

Markus pun mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.

Markus Nari dijatuhi hukuman 8 tahun penjara oleh MA.

Selain itu, Markus Nari diwajibkan mengembalikan uang proyek e-KTP yang dikorupsinya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved