Jalan Kabupaten di Sirnarasa Sukabumi Beralih Status, Dinas PU Sebut Permintaan Desa, Kondisi Rusak

Sekitar 4 kilo meter jalan Kabupaten yang kini beralih status itu masih rusak parah.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
jalan Kabupaten di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang beralih status menjadi jalan desa 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Menyoal adanya jalan Kabupaten di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang beralih status menjadi jalan desa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar membenarkan bahwa status jalan tersebut sudah beralih.

Menurutnya, banyak jalan Kabupaten di Sukabumi yang beralih menjadi jalan provinsi.

Viral, Hari Pernikahan Jadi Penuh Duka, Pengantin Meninggal Satu Jam Sebelum Ijab, Mendadak Pingsan

"Di Sukabumi ada beberapa jalan kabupaten beralih jadi status provinsi, jalan desa juga berstatus ke jalan kabupaten, ada juga dulu dari kabupaten ke desa, tetapi saya  menyarankan kalau misalkan desa tidak mampu untuk membangun lebih baik statusnya di tingkatkan ke kabupaten," ujarnya.

"Yang di Sirnarasa awalnya jalan kabupaten, sekarang beralih bukan kabupaten lagi," jelasnya.

Ia mengatakan, peralihan status jalan kabupaten itu atas permintaan pihak desa setempat.

"Memang ada juga dari pihak desa yang memohon bahwa jalan yang kabupaten, dulu memang proses seperti itu jalan kabupaten dia menginginkan bahwa itu statusnya dialihkan ke desa, ada juga seperti itu. Termasuk jalan desa ke kabupaten, begitupun sebaliknya dan kabupaten ke provinsi," katanya.

Kepala Desa Sirnarasa Okih Suryadi mengatakan, status jalan tersebut kini beralih menjadi jalan milik Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kampoeng Susu Lembang : Bertumbuh Bersama Reseller Disaat Pandemi Corona

Jalan tersebut sempat akan dialihkan menjadi jalan desa. Namun, dirinya menolak karena masih ada puluhan kilo meter jalan desa yang belum diperbaiki.

"Betul, bagaimananya saya kurang tahu, itu pas kepala desa yang dulu. Jadi fungsi alih jalan kabupaten ke taman nasional. Yah seolah-olah seperti itu, masuk jalan desa, saya sekarang menolak ke dinas PU juga," ujar Okih kepada Tribunjabar.id via pesan singkat, Senin (21/9/2020).

"Iya saya keberatan, karena jalan desa Sirnarasa yang belum terbangun 56 km, ditambah jalan Pemda saya tolak, keberatan," tegasnya.

Menurutnya, sekitar 4 kilo meter jalan Kabupaten yang kini beralih status itu masih rusak parah.

Ia berharap, jalan tersebut bisa segera diperbaiki oleh Pemda. Karena pihaknya sangat membutuhkan jalan mulus.

Bahkan sudah menantikan jalan itu mulus dari zaman pemerintahan Presiden RI Soeharto.

Ibu Berusia 65 Tahun di Sumedang Ini Terpaksa Mengantre Bawa Ember pada Malam Hari

"Dari gapura TNGHS sampai ke Pangguyangan sekitar 4 km (rusak). Harapan saya, walaupun diserahkan ke dinas apa pun gak apa-apa, yang penting dibangun, soalnya saya perlu jalan bagus, takut saya oleh Pemda diserahkan ke TNGHS, jalan gak ada yang memperhatikan, terbengkalai, gak ada yang membangun," ucapnya.

"Itu setahu saya zaman bapak Presiden Pak Harto, 1997 sampai sekarang gak ada pembangun lagi," katanya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved