Breaking News:

Covifor Mulai Dijual Bebas, Satu Vial Rp 3 Juta, Berhasil Baik Saat Diuji Coba Pasien Covid-19

Covifor (Remdesivir) Injection yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal India Hetero itu dipatok dengan harga Rp 3 juta per vial.

ISTIMEWA
ILUSTRASI. Proses produksi obat di Pabrik PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF), Cikarang, Jawa Barat, Senin (2/5). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Produsen farmasi Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sudah siap memasarkan suatu produk yang berfungsi untuk menghambat replikasi virus yakni remdesivir.

Produk remdesivir bernama Covifor di Indonesia ini  akan mulai didistribusikan Covifor  ke seluruh provinsi di Indonesia mulai hari ini dengan memanfaatkan jaringan pemasaran dan distribusi yang dimiliki KLBF.

Untuk harga, saat ini  Covifor masih dipatok harga Rp 3 juta per vial, namun harga ini masih bisa terus berubah.

Dikutip TribunJabar.Id dari Konta.Id, adapun Covifor (Remdesivir) Injection yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal India Hetero itu dipatok  dengan harga Rp 3 juta per vial.

" Jika volume meningkat harga bisa ditinjau kembali," jelas Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (1/10).

Asal tahu saja, dalam mendistribusikan produk ini ke Indonesia, KLBF berkolaborasi dengan anak usaha Hetero, PT Amarox Global Pharma.

Country Manager PT Amarox Global Pharma Sandeep Sur dalam kesempatan yang sama menjelaskan, pihaknya tidak memberikan batasan pasokan produk ke Indonesia.

Sebab, pabrik di India memiliki kapasitas yang memadai sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Untuk saat ini, pihaknya menyanggupi minimal pasokan ke Indonesia antara 200 ribu hingga 300 ribu unit dan tidak memberikan batasan volume ke depan.

" Sebanyak apa pun kebutuhan Indonesia, kami bisa menyediakan," jelas Sandeep Sur, Kamis (1/10/2020).

Halaman
12
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved