Breaking News:

Belum Ada Izin untuk Indonesia, Kemenag Akui Pemberangkatan Jemaah Umrah Belum Pasti

tiga negara yang tidak diizinkan masuk ke Saudi untuk penerbangan nonumrah. Ketiga negara itu adalah India, Brasil dan Argentina

Editor: Deni Ahmad Fajar
afp/aljazeera.com
Di sekeliling Kabah sudah dibuat marka untuk menjaga jarak antar jemaah 

“Masih menunggu pengumuman resmi kondisi pandemi Covid-19. Kemenkes Saudi nanti akan merilis daftar negara dari luar kerajaan yang diizinkan masuk atau memberangkatkan jemaah,”
NIZAR ALI
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali menegaskan kepastian keberangkatan jemaah umrah Indonesia masih menunggu pengumuman dan izin dari Arab Saudi. Menurut Nizar, belum ada informasi resmi yang disampaikan Saudi terkait diizinkannya pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia.

“Belum ada kepastian terkait izin keberangkatan jemaah umrah Indonesia. Kami masih menunggu dan berkoordinasi dengan pihak perwakilan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah,” kata Nizar melalui keterangan tertulis yang dilansir dari laman resmi Kemenag RI, Kamis (1/10).

Menurut Nizar, Arab Saudi akan memberikan izin penyelenggaraan umrah secara bertahap. Ada tiga tahap yang direncanakan. Pertama, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Saudi (mukimin) menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020. Izin ini hanya untuk 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, yakni 6.000 jemaah umrah per hari.

Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan ekspatriat mulai 18 Oktober 2020.

“Jumlahnya bertambah menjadi 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, atau 15.000 jemaah umrah per hari dan 40.000 jemaah salat per hari,” ujar Nizar.

Ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan salat bagi warga Saudi, ekspatriat dan warga dari luar kerajaan.

Rencananya, kata Nizar, mekanisme ini akan dimulai pada 1 November 2020. Pada tahap tersebut, Masjidil Haram diharapkan dapat menampung 100 persen sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu 20.000 jemaah umrah per hari dan 60.000 jemaah salat per hari.

“Namun, masih menunggu pengumuman resmi kondisi pandemi Covid-19. Kemenkes Saudi nanti akan merilis daftar negara dari luar kerajaan yang diizinkan masuk atau memberangkatkan jemaah,” kata Nizar.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan GACA Circular Saudi melalui surat Nomor 4/6346 tanggal 15 September 2020 merilis daftar tiga negara yang sementara ini tidak diizinkan masuk ke Saudi untuk penerbangan nonumrah. Ketiga negara itu adalah India, Brasil dan Argentina.

Endang juga mengatakan hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Saudi terkait penerbangan umrah. “Kami masih menunggu dan semoga Indonesia termasuk yang diizinkan untuk memberangkatkan jemaah umrah pada 1 November,” katanya.***

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved