Beras Bulog untuk PKH Diduga Bercampur Biji Plastik di Purwakarta, Ini Kata Dinsos

Ada beras bercambur biji plastik dalam program bantuan PKH, ini kata Dinsos Purwakarta.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Ilustrasi biji plastik yang tercampur di dalam beras. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Beras bercampur biji plastik ditemukan di Kabupaten Purwakarta.

Dinas Sosial Purwakarta langsung turun menelusurinya.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), Rahayuana Setiawan mengatakan informasi adanya temuan beras bercampur biji plastik itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kebenarannya dan sekaligus berkoordinasi dengan pihak Bulog yang mendistribusikannya ke desa-desa.

"Ya, memang ada beberapa butir biji plastik ditemukan di beras bantuan PKH warga. Tapi, itu tidak semua di bantuan PKH ada (biji plastik)," katanya, Rabu (30/9/2020).

Rahayu menyebut pihaknya mengecek pula ke sejumlah penerima bantuan beras PKH lainnya.

Seperti diketahui, dalam bantuan beras PKH ini, para penerima mendapat masing-masing 15 kilogram beras setiap bulannya mulai Agustus sampai Oktober.

Koordinator Kabupaten Purwakarta Wilayah 1 pendamping PKH, Iyan Hidayat mengatakan jumlah KPM yang menerima bantuan beras ini sebanyak 30.414 orang.

Pendistribusiannya, kata Iyan, melalui e-Waroeng, ketua kelompok, atau desa masing-masing.

"Jadi, yang dibagikan itu beras Agustus dan September. Oktober nanti," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Purwakarta sempat mengamankan satu karung beras yang diduga bercampur dengan biji plastik.

Kepala Kajari Purwakarta, Andin Adyaksantoro menyebut pihaknya mendapatkan aduan dari masyarakat terkait hal ini dan langsung melakukan penyelidikan.

"Nanti kami akan dalami data-datanya. Semuanya belum ditimbang," ujarnya.

Andin mengaku pihaknya baru menemukan kasus ini di satu wilayah.

Penemuan ini berawal saat seorang warga berinisial AH memperoleh satu karung beras berlogo 'Beras Medium Bulog' untuk bantuan PKH dengan berat 15 kilogram.

Beras tersebut pun tampak berwarna kuning, berbau, dan bercampur biji plastik kecil.

"AH itu memperoleh dari orangtuanya yang tinggal di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani, Purwakarta," kata Andin melalui Kasi Intel, Onneri.

Kasus Biji Plastik dalam Beras Bantuan Sosial di Cianjur, Dewan Usul Ganti Pemasok

Kasus Biji Plastik dalam Beras Bansos Warga Miskin di Cianjur, Polisi Telah Panggil Suplier

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved