Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bandung Ini Dibedah, Dihuni 4 Kepala Keluarga
Rumah tersebut dihuni oleh keluarga besar Usep yang dihuni 4 Kepala Keluarga yang terdapat 13 jiwa di dalamnya.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rumah tidak layak huni (Rutihalu) dibedah di daerah Holis Permai RT 03/RW 04, Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Senin (28/9/2020).
Rumah tersebut dihuni oleh keluarga besar Usep yang dihuni 4 Kepala Keluarga yang terdapat 13 jiwa di dalamnya. Puluhan orang ini pun harus rela berbagi atap dengan kondisi rumah tidak layak huni.
Usep selaku pemilik rumah mengaku sangat berterima kasih kepada aparat Kelurahan Caringin khususnya, dan aparat Kecamatan Bandung Kulon serta para donatur sehingga rumahnya sudah layak huni.
• Bisa Tingkatkan Kepuasaan Seksual, Ini Manfaat Cudding dengan Pasangan yang Jarang Diketahui
Ia dan keluarganya berjanji akan merawat rumah agar tetap dalam kondisi yang baik.
"Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang sudah membantu. Alhamdulillah kami sekeluarga sekarang sudah bisa tinggal di tempat yang nyaman," kata Usep kepada pihak Kelurahan, Senin (28/9/2020).
Selain Usep dan keluarga, ada juga keluarga dua adiknya dan satu adik lain yang belum menikah.
Usep menjelaskan bahwa ia tinggal bersama adik-adiknya. Mereka sudah tinggal di rumah tersebut selama bertahun-tahun.
"Dulu rumah kami hampir hancur, atap bolong dan sangat tak layak huni. Alhamdulillah, sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga," katanya sembaru tersenyum bahagia.
Lurah Caringin, Farhan Akbar mengatakan bahwa Camat Bandung Kulon telah meminta Selretaris Lurah untuk mencari donatur dan mengawasi proses pembangunan rutihalu tersebut.
• Bukan Hanya Jessica Iskandar, Graves Bisa Kena Siapa Aja, Kebiasaan Ini Jadi Penyebabnya
"Alhamdulillah banyak bantuan yang datang, termasuk dari aparatur Kelurahan Caringin dan Kecamatan Bandung Kulon. Bedah rumah selesai dalam waktu 80 hari. Ini ibarat proyek Sangkuriang," jelasnya.
Sekretaris Lurah Caringin, Tjakra Irawan menambahkan, pihaknya benar-benar ikut mengawasi dan mengawal bedah rumah itu selesai. Tjakra termasuk salah satu yang paling peduli terhadap kegiatan tersebut.
"Sehingga akhirnya kita cari donatur untuk menggalang dana. Alhamdulillah, terkumpul lebih dari Rp 86,5 juta untuk menyelesaikan proyek," kata Tjakra.
Ia menyebut bantuan datang dari berbagai pihak. Mulai Dari DKPK3,YDSP, Baznas Jabar, Baznas Kota Bandung, DPC PKS, masyarakat serta aparatur Kelurahan Caringan dan Kecamatan Bandung Kulon.
Proses bedah rumah dijelaskannya selesai pada 23 September 2020. Proses pengerjaannya menghabiskan waktu 80 hari. Alasannya, sejak awal hanya ada dua orang yang bekerja. Menjelang akhir, Tjakra mengerahkan puluhan anggota Gober Kelurahan Caringin untuk ikut membantu.
• Pelatih Atletico, Simeone Anggap Dua Gol Luis Suarez pada Laga Debut Versus Granada Biasa Saja
"Alhamdulillah sekarang rumah sudah benar-benar layak huni. Kita bagi menjadi empat ruangan, termasuk ada warungnya, toilet dan dapur. Kondisinya sudah bagus," ungkap Tjakra.
Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, bedah rumah keluarga Usep menjadi wujud nyata masyarakat Kota Bandung yang menjunjung prinsip gotong-royong. Hasil swadaya masyarakat, terbukti bisa membantu meringankan beban sesama.
"Mang oded bangga, dalam rangka HJKB ini alhamdulillah warga Bandung yang terkenal someah, sangat menjunjung tinggi gotong-royong, bisa terus berbagi dengan yang lainnya," kata Oded pasca meresmikan bangunan tersebut, Senin (28/9/2020).
Melalui momen tersebut, Oded mengajak masyarakat untuk membangun Bandung dengan kebersamaan. Kepada pemilik rumah, Ia berpesan agar selalu menciptakan rumah tangga yang dekat dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Rumah yang berdiri di atas tanah seluas 114 meter persegi tersebut, saat ini sudah nyaman dan layak untuk dihuni. Hanya 80 hari, rumah yang nyaris runtuh tersebut bisa disulap menjadi layak huni.
Proposal disetujui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, proses bedah rumah pun dilakukan. Namun karena anggaran tak mencukupi, Forum Bandung Sehat (FBS) yang diketuai Umi Oded akhirnya turun tangan. FBS kemudian mengandeng YDSP bekerjasama dengan kecamatan agar memfasilitasi bedah rumah.
• Pelatih Atletico, Simeone Anggap Dua Gol Luis Suarez pada Laga Debut Versus Granada Biasa Saja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kondisi-rumah-yang-tidak-layak-huni-setelah-dibedah-senin-2892020.jpg)