Breaking News:

Protokol Kesehatan di Pesantren

Terdapat belasan ketentuan protokol kesehatan yang harus dijalankan di pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan berasrama pada masa pandemi Covid-19

istimewa

TRIBUNJABAR,- Berdasarkan panduan yang dirilis Kemenag, terdapat belasan ketentuan protokol kesehatan yang harus dijalankan di pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan berasrama pada masa pandemi Covid-19.
Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Ketentuan protokol kesehatan yang berlaku pada pendidikan keagamaan yang tak berasrama berlaku juga untuk pesantren dan pendidikan keagamaan yang berasrama.
  • Membersihkan ruangan dan lingkungan secara berkala dengan desinfektan, terutama handel pintu, saklar lampu, komputer dan papan tik, meja, lantai dan karpet masjid/rumah ibadah, lantai kamar/asrama, ruang belajar, dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan.
  • Menyediakan sarana cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir di toilet, kelas, ruang pengajar, pintu gerbang, setiap kamar/asrama, ruang makan dan tempat lain yang sering di akses. Bila tidak terdapat air, dapat menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer).
  • Memasang pesan kesehatan cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan Covid-19, etika batuk/bersin dan cara menggunakan masker, di tempat strategis, seperti di pintu masuk kelas, pintu gerbang, ruang pengelola, dapur, kantin, papan informasi masjid/ rumah ibadah, sarana olahraga, tangga, dan tempat lain yang mudah di akses.
  • Membudayakan penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan menerapkan etika batuk/bersin yang benar.
  • Bagi yang tak sehat atau memiliki riwayat berkunjung ke negara atau daerah terjangkit virus corona dalam 14 hari terakhir harus segera melaporkan diri kepada pengelola pesantren dan pendidikan keagamaan.
  • Mengimbau agar menggunakan kitab suci dan buku/bahan ajar pribadi, serta menggunakan peralatan ibadah pribadi yang dicuci secara rutin.
  • Menghindari penggunaan alat mandi dan handuk secara bergantian, di lingkungan pesantren dan pendidikan keagamaan yang berasrama.
  • Melakukan aktivitas fisik, seperti senam setiap pagi, olahraga, dan kerja bakti secara berkala dengan tetap menjaga jarak, dan menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat, aman, dan bergizi seimbang.
  • Melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan warga satuan pendidikan paling sedikit satu kali dalam satu minggu dan mengamati kondisi umum secara berkala.
  • Orang dengan suhu lebih dari 37,3 derajat celcius tidak diizinkan memasuki kelas dan/atau ruang asrama, dan pihak pesantren segera menghubungi petugas kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
  • Apabila suhu badan tinggi disertai dengan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas disarankan segera menghubungi petugas kesehatan di fasilitas kesehatan.
  • Apabila ditemukan peningkatan jumlah orang dengan ciri kondisi di atas, segera melaporkan hal ini ke fasilitas pelayanan kesehatan atau dinas kesehatan setempat.
  • Menyediakan ruang isolasi yang terpisah dari kegiatan pembelajaran dan aktivitas lain.
  • Menyediakan fasilitas cuci tangan, termasuk sabun dan pengering tangan (tisu) di berbagai lokasi strategis.
  • Menyediakan makanan bergizi seimbang yang dimasak sampai matang serta disajikan oleh juru masak dan penyaji yang menggunakan sarung tangan dan masker.
Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved