Breaking News:

Pekerja Migran Indonesia Meninggal di Malaysia, Kesetrum Pakai Headset Handphone Tersambung Listrik

Siti Aisiyah (41) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Bojonggaling, RT 01/01, Desa Jambenenggang

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ichsan
istimewa
Jenazah Korban saat diserahkan ke pihak keluaganya 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Siti Aisiyah (41) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Bojonggaling, RT 01/01, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tersengat listrik saat bekerja di Malaysia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung diserahkan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang disaksikan Kapolsek dan Camat Kebon Pedes.

"Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya jasad almarhumah berhasil dipulangkan dan diserahkan pada pihak keluarganya," kata Kapolsek Kebonpedes IPDA Tommy Ganhany Jaya Sakti pada wartawan, Senin, (28/9/2020).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian dan Rumah Sakit di Malaysia, lanjut dia, korban meninggal karena tersengat listrik ketika tengah tertidur di kamar tidurnya.

Hari Ini Kuota Internet Tahap II Disalurkan, Ini Daftar Aplikasi dan Website yang Bisa Dibuka

"PMI tersebut dikabarkan meninggal dunia Sabtu, (5/9/2020), usai tersengat listrik di kamarnya, saat tertidur lelap sambil mendengarkan headset dan handphonenya tersambung dengan listrik," jelasnya

Sementar itu, Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengatakan setelah bekerja sama dengan sejumlah dinas dan intansi terkait jenazah korban bisa dipulang dan diserahkan ke pihak keluarganya.

"Alhamdulillah berkat kerjasama semua pihak, akhirnya setelah 21 hari meninggal, jenazahnya baru bisa dipulangkan ke Indonesia dan langsung diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan," ucapnya.

CCTV di Bandara Soetta Tak Jelas, Polisi Masih Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual

Ali menambahkan, berkaitan dengan warganya yang meninggal dan bekerja sebagai PMI di Malaysia yang diberangkatkan secara ilegal tersebut akan segera berkoordinasi dengan dinas atau intasi yaitu, Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi.

"Kami akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar korban bisa mendapatkan hak-haknya yang dapat diserahkan kepada ahli warisnya," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved