Puting Beliung Sapu Sejumlah Rumah di Wado Sumedang, Atap Rumah Beterbangan
Bencana angin puting beliung menerjang belasan rumah hingga mengalami rusak berat dan rusak ringan
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bencana angin puting beliung menerjang belasan rumah hingga mengalami rusak berat dan rusak ringan di Dusun Kisepat, Desa Sukapura, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Sabtu (26/9/2020), sore.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sumedang, ada 12 rumah yang rusak akibat bencana tersebut, di antaranya, rumah Ares Rinaldi, Sapria, Arif Lukman, Deden Ita, Nana, Iis Jubaedah, Tarma, Cece, Ateng Kurnia, dan Aji.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Yedi mengatakan, bencana angin puting beliung tersebut terjadi saat turun hujan deras, hingga menyebabkan 12 rumah warga di RW 2, 3, dan 5 mengalami rusak berat dan rusak ringan.
• Mobil Tabrak Tiang Listrik di Arcamanik Kota Bandung, Jadi Guyonan di Medsos Setnov Jilid 2
"Kejadiannya Sabtu 26 September 2020 pukul 14.30 WIB. Saat itu terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, mengakibatkan rumah warga rusak ringan dan berat," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (27/9/2020).
Dari 12 rumah yang terjang angin puting beliung itu, rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap karena saat kejadian, sebagian atap rumah warga beterbangan.
Beruntung, kata Yedi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena para pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman saat rumahnya diterjang angin puting beliung.
"Jumlah korban meninggal dan luka-luka nihil. Para pemilik rumah juga tidak sampai ada yang mengungsi," kata Yedi.
• Janda Bolong Hits di Kalangan Milenial, Ini 5 Keistimewaan Monstera Estetik Jadi Dekorasi Ruangan
Ia mengatakan, akibat kejadian tersebut ada 27 jiwa yang terdampak, namun mereka tetap tinggal di rumahnya masing-masing setelah material bangunan yang ambruk dibereskan secara gotong royong.
"Upaya yang sudah dilakukan, kami bersama masyarakat melakakukan gotong royong membereskan genting dan mengganti atap yang rusak dengan alat seadanya," ucapnya.
Untuk membereskan material bangunan rumah warga yang ambruk itu, BPBD juga dibantu oleh Satpol PP, aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan anggota Tagana.
