Ini Bentuk Janda Bolong yang Dijual Rp 100 Juta, Dulu Tanaman Pinggir Jalan yang Tidak Dilirik

Tren tanaman hias kembali marak di Indonesia. Kali ini tanaman janda bolong yang digemari sebagai tanaman hias di dalam rumah.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Ravianto
KOMPAS.COM/Dian Reinis Kumampung
Tanaman monstera adansonii variegata atau yang karib disebut janda bolong. 

TRIBUNJABAR.ID - Tren tanaman hias kembali marak di Indonesia. Kali ini tanaman janda bolong yang digemari sebagai tanaman hias di dalam rumah.

Tren seperti ini bukan pertama kali di Indonesia, beberapa tahun sebelumnya masyarakat menyukai tanaman gelombang cinta.

Tanaman yang sedang tren membuat permintaan semakin banyak.

Alhasil harga jual tanaman pun tinggi. Seperti tanaman janda bolong yang dipatok hingga Rp 100 juta.

Berikut ini bentuk janda bolong yang sedang digemari masyarkaat sebagai tanaman hias.

Tanaman monstera adansonii variegata atau yang karib disebut janda bolong.
Tanaman monstera adansonii variegata atau yang karib disebut janda bolong. (KOMPAS.COM/Dian Reinis Kumampung)

Tanaman janda bolong memiliki nama ilmiah Monstera adansonii.

Janda bolong juga dikenal dengan dengan sebutan tanaman keju Swiss.

Melansir United States Department of Agriculture Natural Resources Conservation Service, klasifikasi ilmiah tanaman ini adalah sebagai berikut:

Kerajaan: Plantae

Subkingdom: Tracheobionta

Divisi: Magnoliophyta

Class: Lilliopsida

Family: Araceae Genus Monstera Adans

Sementara itu, menurut Gardens By The Bay, Monstera adansonii memiliki daun dengan lubang berbentuk oval yang tidak beraturan dan daun hias yang bertepi penuh.

Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Janda bolong merupakan tanaman merambat dan cocok dijadikan tanaman teralis.

Jika ditopang pada tiang, maka janda bolong akan tumbuh tinggi dengan daun semakin besar.

Jika dijadikan tanaman hias, tanaman ini biasanya tingginya sekitar 1 meter.

Akan tetapi, jika di alam, tinggi janda bolong dapat mencapai 2-4 meter.

Melansir The Spruce, Monstera adansonii memiliki kerabat yang mirip dengan jenis Monstera deliciosa.

Keduanya sama-sama memiliki bentuk mencolok yakni daun yang berlubang.

Sebagai tempat hidupnya, tanaman ini cocok dengan cahaya matahari tidak langsung, seperti tempat hidup aslinya di alam liar dan tumbuh di bawah naungan pohon.

tanaman hias monstera atau janda bolong
tanaman hias monstera atau janda bolong (Grid.id / Tribunnews)

Tempat paling cocok adalah tanah berbasis gambut dalam lubang pot yang memiliki lubang drainase besar.

Gambut mampu menahan kelembapan di dalam tanah tanpa harus tergenang air.

Untuk menjaganya tetap tumbuh, tempelkan jari ke dalam tanah untuk melihat seberapa basah atau kering tanah tersebut.

Jika hampir kering, maka sirami dan jangan biarkan janda bolong mengering seluruhnya.

Janda bolong memiliki sekitar 41 spesies yang masuk dalam genus Monstera, dan semuanya berasal dari Amerika Tengah dan Selatan.

Dikutip dari Kompas.com, Vanda Fakhrozi, seorang pedagang tanaman hias di Jakarta mengatakan harga jadna bolong yang melambung tinggi dipicu budaya latah setelah tanaman tersebut jadi tren para pemilik rumah elite dengan desain minimalis.

Booming tanaman janda bolong dengan cepat meluas karena efek viral di media sosial.

Seketika banyak orang mencari tanaman ini sehingga harganya ikut melonjak dratis, dari puluhan ribu menjadi jutaan rupiah.

"Tren paling kencang ini di media sosial. Instagramable kalau orang bilang untuk foto-foto agar rumah terlihat estetik. Banyak ternyata yang buat monstera itu jadi tren," ujar Vanda.

Juliana, penjual tanaman hias lain di Jakarta, mengungkapkan sejak beberapa bulan terakhir selalu ada orang yang mencari tanaman janda bolong.

Terkait harga tanaman monstera yang mencapai jutaan rupiah, monstera memang memiliki beberapa jenis yang berbeda dengan tingkat perawatan yang berbeda pula, sehingga faktor ini sangat mempengaruhi harga.

"Mahal karena berbeda-beda jenis. Seperti (yang cukup mahal) Monstera veriegata. Coraknya putih hijau ada kekuning-kuningan, itu beda-beda jenisnya. Perawatan lebih susah, otomatis demand lebih tinggi, harga lebih tinggi lagi," terang Juliana.

Ia melanjutkan, tanaman monstera beberapa tahun lalu harganya terbilang lebih murah ketimbang tanaman hias sejenis.

Tren tanaman kekinian terbentuk dari pengaruh desain dan dekorasi rumah, terutama rumah minimalis.

"Untuk monstera ini kalau dibandingkan dulu banget ya, kata si petani itu cuma tanaman di pinggir jalan," ucap Juliana yang berjualan tanaman hias secara daring ini.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved