Breaking News:

Tak Ada Masalah Pribadi yang Buat Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Kata Orang yang Diajak Bicara

Nawawi bercerita, perbincangan itu dilakukan di ruang kerjanya sebelum Febri mengajukan surat pengunduran diri ke Sekretaris Jenderal KPK.

Editor: Ravianto
Kompas.com/Ambaranie Nadia
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango rupanya menjadi orang pertama yang diajak Febri Diansyah soal keinginannya undur diri dari lembaga antirasuah itu.

"Mungkin saya orang pertama yang diajak bicara mas Feb soal keinginannya untuk resign," kata Nawawi lewat pesan singkat, Jumat (25/9/2020).

Nawawi bercerita, perbincangan itu dilakukan di ruang kerjanya sebelum Febri mengajukan surat pengunduran diri ke Sekretaris Jenderal KPK.

Kata Nawawi, Febri adalah sahabat diskusinya. Ia merasa berat kehilangan mantan juru bicara KPK itu.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menunjukkan tersangka beserta barang bukti saat konferensi pers terkait OTT Kutai Timur di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020). KPK resmi menahan Bupati Kutai Timur Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur yang juga Istri Bupati Encek Unguria, Kadis PU Kutai Timur Aswandini, Kepala Bapenda Kutai Timur Musyaffa, Kepala BPKAD Kutai Timur Suriansyah, Kontraktor Aditya Maharani, dan Decky Aryanto terkait dugaan kasus korupsi dalam bentuk penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Kabupaten Kutai Timur tahun 2019-2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menunjukkan tersangka beserta barang bukti saat konferensi pers terkait OTT Kutai Timur di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020). KPK resmi menahan Bupati Kutai Timur Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur yang juga Istri Bupati Encek Unguria, Kadis PU Kutai Timur Aswandini, Kepala Bapenda Kutai Timur Musyaffa, Kepala BPKAD Kutai Timur Suriansyah, Kontraktor Aditya Maharani, dan Decky Aryanto terkait dugaan kasus korupsi dalam bentuk penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Kabupaten Kutai Timur tahun 2019-2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Tapi saya harus menghormati sikap yang tetap diambil mas Febri. Saya percaya, setiap orang pasti mengambil keputusan terbaik bagi dia sendiri dan juga untuk yang dicintainya," katanya.

Nawawi lantas menyinggung pernyataan Febri soal 'tidak benar-benar meninggalkan KPK.' Menurutnya, Febri akan berbuat sesuatu untuk KPK meski sudah tidak lagi berada di sana.

"Pada baris akhir surat permohonan mundurnya dia menulis, dia tak pernah keluar dari KPK dalam artian yang sebenarnya, semangatnya masih berada bersama lembaga ini," ujar Nawawi.

Diketahui, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengundurkan diri dari jabatannya. Ia akan meninggalkan KPK pada Oktober 2020 mendatang.

Ia telah mengajukan surat pengunduran diri ke pimpinan, Biro Sumber Daya Manusia (SDM), dan Sekretariat Jenderal KPK pada 18 September 2020 lalu

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved