Pengedar Sabu Berkedok Jual Pakaian, Narkoba Diperoleh dari Salah Satu Lapas di Kota Bandung

Yoris menambahkan, selama 4 bulan beraksi, tersangka mengambil pasokan sabu-sabu dari Lapas tersebut.

Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Tersangka AS saat digiring oleh personel Satresnarkoba Polres Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kepada Polisi, AS (36) seorang pengedar sabu-sabu mengakui bahwa Ia mendapatkan barang haram tersebut dari salah satu Lapas di Kota Bandung.

"Setelah kami geledah, diperoleh lah 234 paket sabu-sabu seberat 305,11gram. Pengakuan tersangka, bahwa Ia menjual sabu-sabu yang diperolehnya dari salah satu Lapas di Kota Bandung, masih akan kami dalami lagi," kata Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki, Kamis (24/9/2020).

Kapolres Cimahi memerintahkan Kasat Res Narkoba Polres Cimahi AKP Nasrudin untuk mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui siapa bandar besar yang membawahi tersangka AS.

Ramalan Bintang Jumat 25 September 2020 Tentang Karier: Gemini Tunjukkan Pengalaman Berorganisasi

Modus penjualan dilakukan dengan sistem tempel yang diedarkan di Kota Cimahi, Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. Sementara, sistem komunikasi ke dalam Lapas masih di dalami jajaran Kepolisian Cimahi.

Yoris menambahkan, selama 4 bulan beraksi, tersangka mengambil pasokan sabu-sabu dari Lapas tersebut. Komunikasi yang dilakukannya ialah melalui pesan WA ataupun media sosial.

Terkait indikasi lokasi bandar berada di dalam Lapas tersebut, Yoris mengatakan pihaknya masih akan terus mencari tahu dan melakukan pengembangan .

AS merupakan warga Kabupaten Bandung yang sudah 4 bulan mengedarkan narkoba. Barang bukti sabu-sabu yang disita sebanyak 3 ons tersebut, memiliki harga senilai Rp 300 juta.

Dini Hari Mencekam Ketika DI Panjaitan Diculik dan Dihabisi Saat G30S/PKI, Pasukan Kepung Rumahnya

"Pelaku ini bisa meraup keuntungan senilai Rp 25 juta dalam seminggu," katanya.

AS menceritakan bahwa Ia tidak bertemu dengan pembelinya maupun dengan orang yang memasok sabu-sabu tersebut. Setiap mengedarkan, AS menempel sabu sabu tersebut di pinggir jalan seperti tiang listrik.

"Kalau Lapasnya kurang tau, katanya Cirebon. Saya mengambilnya ke Cicaheum, caranya sama, sistem tempel juga," kata pria beranak 1 yang tidak mempunyai pekerjaan tersebut.

Selain menggunakan sistem tempel, AS juga berkedok sebagai pedagang pakaian secara keliling. Ia mengaku, bahwa pakaian yang dijajakannya terdesebut merupakan barang dagangan istrinya yang berjualan secara "online".

Kabar Gemira, Dibuka 14 Lowongan Kerja Terbaru BUMN di PT Hotel Indonesia Natour, Cek Daftar di Sini

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved