Pilkada Kabupaten Sukabumi
Dapat Nomor Urut 2 Lagi, Marwan Hamami Sebut Nomor Keberuntungan dan Keseimbangan
Pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Sukabumi 2020, Marwan Hamami dan Iyos Somantri, mendapatkan nomor urut dua.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Sukabumi 2020, Marwan Hamami dan Iyos Somantri, mendapatkan nomor urut dua.
Menurut Marwan Hamami, nomor urut dua merupakan nomor keberuntungan.
Ia mengatakan, saat mengikuti Pilkada lima tahun silam, dia juga mendapatkan nomor dua. Kala itu, dia berpasangan dengan Adjo Sardjono yang kini jadi lawannya.
"Kita bersyukur tahapan-tahapan sudah dilalui, saya dengan Pak Iyos mendapatkan nomor urut mengikuti Pilkada sesuai dengan harapan dapat nomor urut dua. Jadi, saya dan Pak Haji Iyos diberikan kepercayaan untuk mengikuti Pilkada dengan nomor urut dua. Nomor urut dua ini bagi saya merupakan keberuntungan, dulu nomor urut dua jadi bupati dan sekarang nomor dua lagi harus jadi bupati. Wakilnya Pak Iyos, jadi hanya beda wakilnya saja," ujar Marwan kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).
Ia juga mengatakan, nomor dua ini memiliki makna keseimbangan, dia mempunyai sifat emosional, sedangkan Iyos memiliki sifat bertahan.
"Yang jelas, nomor dua bagi kami mempunyai keseimbangan dalam bergerak. Saya api, Pak Iyos air, jadi bisa saling melengkapi dan ini mudah-mudahan perjalanan pemikiran kami bisa dilanjutkan dan pembangunan Kabupaten Sukabumi bisa dilakukan lagi. Melanjutkan kebaikan," katanya.
Soal visi misinya, Marwan mengungkapkan tidak jauh berbeda saat dirinya menjadi bupati selama lima tahun ini.
Visi religius akan tetap dilanjutkan bersama Iyos jika kembali terpilih sebagai bupati.
"Visi misi kami bertahan pada posisi religius mengawalinya, hari ini anak bangsa ini menghadapi situasi zaman, zaman teknologi, zaman milenial atau zaman apa pun istilahnya, mereka harus dibarengi kekuatan keimanan dan ketakwaan yang kuat," ucapnya.
• Sel Kanker Tinggal 5 Persen, Suami Bupati Bogor Tak Bisa Berobat ke Cina Lagi karena Pandemi Covid
• Ini Alasan Dinar Candy Menjual Celana Dalam Bekas yang Laku Rp 50 Juta
"Ketika pemikiran mandiri, kita dorong kemandirian masyarakat ini yang sudah daya tahannya kuat, jadi kita dorong supaya maju, dan kita semua harus terus mempunyai inovatif untuk membangun Kabupaten Sukabumi dengan kekayaan sumber daya alam yang ada," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/marwan-hamami-dan-iyos-somantri-ketiga-dari-kiri-saat-lakukan-konferensi-pers.jpg)