Kamis, 23 April 2026

PB Paguyuban Pasundan Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda, Pandemi Covid-19 Tidak Terkendali

Desakan penundaan Pilkada serentak 2020 akibat belum terkendalinya pandemi covid-19

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ichsan
tribunjabar/cipta permana
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof Dr H.M. Didi Turmudzi MSi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Desakan penundaan Pilkada serentak 2020 akibat belum terkendalinya pandemi covid-19 terus bermunculan, dari mulai PBNU, PP Muhammadyah, elit politik, pakar kebijakan publik, hingga sejumlah tokoh masyarakat.

Hal serupa pun kini dilakukan oleh organisasi budaya Sunda yaitu, Paguyuban Pasundan. Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof Dr H.M. Didi Turmudzi MSi mengaku, prihatin dengan kondisi pandemi saat ini di tanah air, khususnya di Jawa Barat.

Sehingga, penundaan pelaksaan Pilkada serentak 2020 yang dijadwalkan akan berlangsung pada Desember mendatang merupakan langkah yang tepat dan bijak.

“Seharusnya dengan kondisi pandemi seperti ini dan ketika jumlah kasus positif Covid-19 ini terus melonjak setiap harinya, KPU dan pemerintah bisa lebih bijak dalam menatap pelaksanaan Pilkada mendatang dengan tidak memaksakan untuk tetap diselenggarakannya pemilu, karena tidak ada jaminan baik dari KPU dan permintah daerah, dalam pelaksanaannya masyarakat tidak akan berkumpul atau bergerombol,” ujarnya di Kantor PB Paguyuban Pasundan, Rabu (23/9/2020).

Ini Pelaku Pelemparan Masjid di Dago Bandung, Polisi Bilang Pengangguran, Apa Motifnya?

Prof. Didi menuturkan, bahwa pihaknya pun telah berkonsultasi dengan sejumlah ahli, salah satunya di Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas) yang menegaskan bahwa, dipaksakannya gelaran pilkada saat ini, bukan hanya berisiko terjadinya penularan, bahkan dapat memicu potensi terjadinya klaster baru dari penyebaran Covid-19.

“Bayangkan jika pilkada dipaksakan pelaksanaannya, bagiamana orang dengan mudah tertular Covid-19. Sekarang aja sudah ada PSBB, sehari bisa tembus 4.000 orang apalagi dalam pilkada yang biasanya ada kampanye dan lainnya, yang secara jelas mengundang warga berkumpul dan berkerumun di suatu tempat,” ucapnya.

Oleh karenannya, dirinya berharap agar KPU meninjau kembali jadwal pelaksanaan pilkada hingga kondisi pandemi dapat dinyatakan membaik.

“Usulan penundaan pilkada ini akan sempaikan melalui surat terbuka kepada KPU Jabar dan Pusat. Semoga mereka bisa lebih bijak. Karena nyawa manusia saat ini sedang dipertaruhkan, jangan sampai dianggap main-main, khususnya di Jawa Barat umumnya warga Indonesia,” katanya.

Kisah Mama Muda Asal Bogor Viral, Tak Dinafkahi Suami, Ultimatum: Cerai atau Beri Nafkah Rp 1 Juta

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved