Virus Corona
Plasma Darah Jadi Metode Mempercepat Penyembuhan Pasien Covid 19, Banyak Warga Jabar yang Menyumbang
Saat ini, pasien Covid 19 di Jabar yang sudah sembuh mencapai 9.910 sedangkan yang positif aktif sebanyak 7 ribuan lebih.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani menyebut plasma darah jadi metode efektif dalam proses penyembuhan pasien Covid 19.
Dia mengatakan, banyak warga Jabar yang menyumbangkan plasma darahnya untuk pasien Covid 19.
"Jabar sebagai pioneer. Pasien Covid 19 kasus pertama di Jabar termasuk yang sudah dua kali menyumbangkan plasma darahnya. Hasilnya sangat menggembirakan," ujar Berli saat dihubungi Tribun via ponselnya, Selasa (21/9/2020).
Plasma darah dari eks pasien Covid 19 atau plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari pasien Covid 19 yang sudah sembuh kemudian diproses agar diberikan ke pasien Covid 19 lewat transfusi darah.
Saat ini, pasien Covid 19 di Jabar yang sudah sembuh mencapai 9.910 sedangkan yang positif aktif sebanyak 7 ribuan lebih.
Plasma darah pasien Covid 19 memiliki antibodi.
"Mungkin saja pasien Covid 19 yang sudah sembuh mendonorkan darahnya ke pasien positif aktif. Tapi harus diperiksa menyeluruh terutama kadar antibodi di dalam tubuh calon pendonor," ucap dia.
Meski pada banyak kasus metode plasma darah ini efektif mempercepat proses penyembuhan pasien Covid 19, tidak serta pemerintah menganjurkan pasien Covid yang sudah sembuh untuk mentransfusi darahnya.
Perlu pemeriksaan darah untuk memastikan darahnya tidak ada virus lainnya.
"Sifatnya sukarela, seperti donor darah karena yang diambil plasma-nya saja. Sehingga prosedurnya lebih lama dan ada yang bilang sedikit menyakitkan dibandingkan diambil darah secara biasa. Jadi, plasma diambil, sel darahnya dikembalikan ke tubuh dengan alat khusus," ucap Berli.
