BPSDM Jabar Terpercaya untuk Aparatur Sipil Negara Jawa Barat Juara
BPSDM Jabar menargetkan 90 persen dari sekitar 36 ribuan ASN di Jawa Barat sudah berkompetensi dengan adanya sertifikasi pelatihan
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNJABAR.ID - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar terus berperan dan melakukan pengembangan dalam mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat juara.
Hal itu sebagai upaya untuk mencapai satu di antara misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.
Kepala BPSDM Jabar Dicky Saromi mengatakan selain melanjutkan apa yang sudah dilakukan sebelumnya, pihaknya juga akan meningkatkan lagi pengembangan yang sejalan dengan era yang dihadapi, terutama saat pandemi Covid-19 ini.
“Untuk itu kita mulai dulu memperbaiki pranatanya terlebih dahulu, yaitu mereview rencana strategis (renstra) kita sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang juga direview,” ujarnya kepada Tribun Jabar di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2020).
Atas dasar itu, BPSDM Jabar memiliki indikator sebagai patokan dalam melaksanakan kinerja.
Yang pertama adalah bagaimana meningkatkan persentase kompetensi ASN di Jawa Barat.
Pada 2023, BPSDM Jabar menargetkan 90 persen dari sekitar 36 ribuan ASN di Jawa Barat sudah berkompetensi dengan adanya sertifikasi pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek).
“Bahkan saya optimistis bakal tercapai lebih dari 90 persen. Itu target minimal BPSDM,” ucap Dicky.
Yang kedua adalah meningkatkan akreditasi. Akreditasi ini penting untuk meningkatkan kepercayaan layanan dalam bimtek dan pelatihan yang digelar BSPDM Jabar.
Pada saat HUT Jabar tahun ini, BPSDM meraih enam akreditasi A, yaitu pelatihan dasar (latsar), pelatihan kepemimpinan pengawas, pelatihan kepemimpinan administrator, pelatihan kepemimpinan nasional, kesejahteraan sosial, dan pengelolaan barang dan jasa.
“Pada 2021 kami targetkan delapan akreditasi, termasuk dengan pariwisata. Tentu pada 2022 akan naik lagi sesuai dengan restra kami,” ujar Dicky.
Selain akreditasi, BPSDM Jabar juga menargetkan untuk mempertahankan ISO 9001:2015 pada tahun ini.
Untuk meningkatkan kompetisi ASN Jabar, BPSDM juga menggelar Corporate University (Corpu).
Corpu adalah sarana pendidikan dan pembelajaran yang strategis dalam membantu organisasi untuk mencapai tujuannya.
Selain itu, juga berkontribusi pada peningkatan kompetensi dan kapabilitas insan perusahaan dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
“BPSDM menjadi badan atau unit Corpu Jawa Barat. Ini universitasnya Jabar, untuk mendukung peningkatan sesuai visi dan misi mencapai Jabar Juara,” katanya.
Menurut Dicky, dalam Corpu, para karyawan sebagai mahasiswa, sedangkan manajer atau leader organisasi sebagai dosennya (leader as a teacher) yang memiliki akumulasi tacit knowledge, termasuk retired faculties para pensiunan.
Selain itu, juga untuk memudahkan terjadinya alih pengetahuan, keterampilan, teknologi, serta alih generasi
Corpu sebagai tool untuk merekam tacit menjadi explicit knowledge.
Di dalam Corpu, harus ada learning roadmap yang jelas dan erat kaitannya dengan career roadmap sehingga karyawan nyaman dalam bekerja dan merasakan potensi dirinya dimanfaatkan secara optimal.
Ada tujuh fondasi dalam Corpu, yaitu:
1. Learning Strategic Governance, yaitu dukungan dari pimpinan serta mengelola Corpu dalam sistem organisasi Jabar sebagai satu kesatuan sistem learning.
2. Learning Focus, yaitu pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan agenda Jawa Barat.
3. Knowledge Management, yaitu bagaimana mengumpulkan dan mengelola best practice Jabar menjadi bahan pembelajaran untuk disampaikan ke setiap ASN atau dari tacit knowledge menjadi explicit knowledge.
Banyak hal yang berharga yang bisa dikumpulkan karena Jabar adalah pelopor ide-ide hebat dalam konsep pembangunan, serta bukti keberhasilannya dalam praktik-praktik pembangunan.
4. Learning Infrastructure, yaitu berkaitan dengan pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran yang menunjang berbagai pilihan pembelajaran, terutama pembelajaran secara jarak jauh atau virtual, pelayanan-pelayanan secara online, command centre, sertifikat elektronik, dan lain-lain.
5. Learning Delivery System, yaitu memastikan penerimaan pembelajaran berlangsung dengan lancar, baik secara klasikal maupun nonklasikal, diklat atau nondiklat, individu dengan coaching dan mentoring, serta pelayanan untuk magang dan pertukaran pegawai.
6. Learning Architecture, yaitu berkaitan dengan metode, kurikulum, substansi pembelajaran, dan lain-lain agar sesuai dengan perkembangan terkini dan kebutuhan organisasi dalam hal ini agenda untuk Jabar Juara.
7. Learning System, yaitu berkaitan dengan jenis kompetensi yang akan diprioritaskan, sertifikasi keahlian yang didapatkan, kolaborasi dengan eksternal untuk peningkatan mutu pelayanan, assessment centre, riset dan development, serta lain-lain.
Ketujuh fondasi ini menjadi agenda prioritas BPSDM yang sudah disusun dalam rencana strategisnya untuk mewujudkan BPSDM TERPERCAYA.
Sejumlah Tantangan
Menurut Kepala BPSDM Jabar Dicky Saromi, dari hasil pemetaan Corpu, ada sejumlah tantangan, seperti supply dan demmand ASN.
Sebanyak 47 persen ASN di Jabar belum berkompetensi, dan 45 persen di antaranya memiliki klasifikasi di bawah S1.
"Kami akan mencoba bagaimana agar ASN sesuai dengan demmand yang ada, di antaranya merekrut tenaga baru atau memberdayakan yang ada," kata Dicky.
BPSDM Jabar pun sudah memiliki standard operational procedure (SOP) untuk merekrut widya iswara atau pengajar.
Tantangan lain adalah koordinasi dan sinergitas dengan kabupaten dan kota di Jabar.
Apalagi kota dan kabupaten memiliki permasalahan ASN yang sama.
Peran BPSDM Jabar Menghadapi Covid-19
BPSDM Jabar adalah organisasi perangkat daerah (OPD) pertama yang memunculkan dan menerapkan SOP protokol kesehatan dalam aktivitas kantor.
Apalagi sebagian lingkungan BPSDM Jabar digunakan sebagai tempat isolasi mandiri pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Bagaimanapun aktivitas tetap jalan. Jadi sangat ketat. Ruang yang dipakai isolasi mandiri dengan aktivitas BPSDM sudah dibedakan dan seperti ada sekat," ujar Kepala BPSDM Jabar Dicky Saromi.
Dalam masa pandemi Covid-19 ini, BPSDM Jabar juga melakukan program sosial, yaitu menyediakan ruang dengan akses Wifi secara gratis.
Ruangan ini bisa dimanfaatkan para pelajar SD, SMP, dan SMP untuk belajar secara online.
"Silakan mendaftar bagi pelajar yang tinggal di sekitar kantor BPSDM Jabar. Akses internetnya sudah bagus. Kapasitas 10 orang, tentu sesuai protokol kesehatan," ucap Dicky.
Selama pandemi ini, BPSDM Jabar juga sudah melatih guru tingkat SMA, SMK, dan SLB untuk mengisi pembelajaran secara jarak jauh. (agung yulianto wibowo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kepala-bpsdm-jabar-dicky-saromi-1.jpg)