CSR Pertamina Bantu Kelompok Wanita Mandiri dan Anak Punk Menjadikan Mereka Lebih baik

Supervisor External Relation PT Pertamina Geothermal Energy Kamojang, Adi Rahmadi, mengatakan bahwa CSR yang dilakukan pihaknya sudah sangat tepat

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Yanti Lidiati (kanan) bersama ibunda, Tjitjih Rukarsih 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Supervisor External Relation PT Pertamina Geothermal Energy Kamojang, Adi Rahmadi, mengatakan bahwa CSR yang telah dilakukan pihaknya sudah sangat tepat dan membuahkan hasil yang sangat positif.

"Terutama untuk dua hal yang saat ini tengah dijalankan dengan intens yaitu kelompok wanita mandiri dan pembinaan anak-anak punk," tutur Adi melalui sambungan telepon belum lama ini.

Seperti diberitakan sebelumya, PT Pertamina Geothermal Energy Kamojang melakukan CSR kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) An-Nur Ibun untuk terus memberdayakan warga Ibun.

PKBM An-Nur sendiri merupakan binaan dari PT Pertamina Geothermal Energy Kamojang.

Lanjutkan Perjuangan Sang Ibu, Yanti Olah Kain Sarung Jadi Busana Modis dan Bawa Perubahan Anak Punk

Maya Rusmayanti, salah seorang anggota kelompok wanita mandiri, menunjukkan busana Its Blazer Ibun
Maya Rusmayanti, salah seorang anggota kelompok wanita mandiri, menunjukkan busana Its Blazer Ibun (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Kepada mereka yang menjadi sasaran CSR Pertamina ini, menurut Adi, pihaknya memberikan berbagai program yang diselaraskan dengan kebutuhan yang diperlukan dan hal itu diatur oleh Yanti Lidiati selaku ketua kelompok.

"Pada awalnya mereka (anggota kelompok wanita manidiri, Red) terpisah-pisah, mereka kemudian disatukan dalam kelompok wanita mandiri, diberikan pelatihan, dikontrol kualitas produksinya, pengemasan produk, hingga produk mereka dipasarkan secara kolektif, baik melalui pameran, undangan-undangan dari dinas kabupaten dan provinsi, dan lain sebagainya," ujar Adi.

Terkait CSR anak-anak punk, menurut Adi, mengembalikan mereka ke lingkungan masyarakat menjadi salah satu misi yang diusung pihkanya bersama Yanti Lidiati.

Blazer Ibun Mendunia, Anak Punk Pun Dibina dan Dipekerjakan

Yanti berkumpul bersama anak-anak punk di pekarangan belakang rumahnya
Yanti berkumpul bersama anak-anak punk di pekarangan belakang rumahnya (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Menurut Adi, anak-anak punk ini bukanlah anak jalanan yang tidak memiliki tempat tinggal sehingga mereka perlu diberikan pembinaan agar kembali diterima oleh masyarakat.

"Setelah dibina, mereka mau berubah menjadi lebih baik, misalnya mulai menghapus tato, tidak minum-minum dan menjauhkan diri dari narkoba, bahkan diberi sentuhan budaya misalnya belajar musik angklung, dan sebagainya. Tak hanya pembinaan saja, kami juga memberikan fasilitas agar mereka memiliki pekerjaan, salah satunya adalah fasilitas cuci motor yang langsung kami buatkan. Mereka kini menjadi anak-anak porduktif tidak lagi seperti sebelumnya meski pun masih tetap bermain di jalanan," ujar Adi. (kemal setia permana)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved