Blazer Ibun Mendunia, Anak Punk Pun Dibina dan Dipekerjakan

Selain lahirkan produk unggulan asli Ibun yaitu It's Blazer Ibun, Yanti Lidiati bersama Pertamina adalah melakukan pembinaan terhadap anak-anak punk.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Maya Rusmayanti, salah seorang anggota kelompok wanita mandiri, menunjukkan busana Its Blazer Ibun 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, IBUN - Sektor ekonomi menjadi salah satu bidang yang dibidik Pertamina dalam menggelontorkan bantuan CSR-nya.

Melalui PKBM An-Nur Ibun, sektor ini menyasar pemberdayaan perempuan Desa Lampegan agar menjadi lebih produktif dan mandiri.

Hal ini berhasil dibuktikan dengan lahirnya produk unggulan asli Ibun yaitu It's Blazer Ibun.

Lanjutkan Perjuangan Sang Ibu, Yanti Olah Kain Sarung Jadi Busana Modis dan Bawa Perubahan Anak Punk

Yanti Lidiati (kanan) bersama ibunda, Tjitjih Rukarsih
Yanti Lidiati (kanan) bersama ibunda, Tjitjih Rukarsih (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

It's Blazer Ibun adalah sebuah blazer yang dibuat dari bahan dasar sarung.

Sarung diambil sebagai bahan dasar utama mengingat Ibun sendiri, serta Majalaya wilayah tetangga Ibun, dikenal sebagai daerah penghasil sarung-sarung berkualitas.

"Karena di sini banyak sekali sarung, saya berpikir kenapa tidak menggunakan bahan lokal yang paling banyak ditemui saja untuk bahan dasar membuat baju," tutur Yanti Lidiati yang menggagas laihrnya It's Blazer Ibun.

Pilihan menjahit baju untuk memberdayakan wanita ini karena menjahit merupakan hal yang paling banyak dijalani oleh warga lokal.

Oleh karena itulah Pertamina pun menggelontorkan CSR untuk berbagai hal seperti untuk pelatihan menjahit, pengadaan mesin jahit, pengemasan, pemasaran hingga promosi produk.

Desain blazer ditangani langsung oleh Yanti sendiri, sementara produksinya digarap para perempuan di Desa Lampegan.

Tak dinyana blazer Ibun ini banyak diminati bukan saja oleh warga lokal dan warga Jabar, namun juga menembus pangsa pasar nasional bahkan internasional.

Yanti dan sejumlah busana desainnya hasil produksi kelompok Wanita Mandiri Ibun
Yanti dan sejumlah busana desainnya hasil produksi kelompok Wanita Mandiri Ibun (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Tak jeran jika kemudian Yanti pun rajin menggelar pameran di luar Jabar dan Indonesia.

"Peminat blazer Ibun ini banyak sekali sehingga pangsa pasarnya pun luas sekali, salah satunya Thailand. Tadinya saya juga mau menggelar pameran di Dhaka (Bangladesh), namun terburu datang pandemi sehingga harus ditunda," katanya.

Sementara menurut seorang penjahit, Maya Rusmayanti (38), warga Kampung Cibuntu Girang, kehadiran Yanti bersama CSR Pertamina telah mampu secara total mengubah hidupnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved