Breaking News:

Tugas Perawat Belum Seimbang dengan Perlindungan dan Hak yang Didapatkan

Menurut Harif Fadhillah selaku Ketua Umum PPNI didampingi Masdum Ibrahim, makin banyak pasien yang terpapar akan makin banyak perawat yang dibutuhkan

Istimewa
Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Data pandemi Covid-19 di Indonesia hingga 13 September 2020 menunjukkan 218.382 kasus terkonfirmasi, 54.649 dirawat, 8723 lebih meninggal, dan 155.010 sembuh. 

Kasus perawat meninggal dunia akibat virus tersebut sudah lebih dari 75 orang. Demikian juga dokter telah lebih dari 100 orang meninggal dunia dalam perang melawan Covid-19, belum lagi tenaga kesehatan lainnya.

Semua komponen bangsa perlu aktif dan bersinergi mengatasi pandemi, sebab bila lonjakan kasus terjadi, sistem pelayanan kesehatan dapat saja tidak mampu melayaninya, terlebih rumah sakit pun memiliki keterbatasan daya tampung.

Hadapi Kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru Agar Tidak Sters, Dosen STIKep PPNI Jabar Memberikan Tips Ini

Tren Penularan Covid-19 Bandung Kembali Tinggi, IDI : Perketat Penerapan Protokol Kesehatan

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pun menyadari potensi risiko terpapar berbanding lurus dengan penambahan kasus.

Menurut Harif Fadhillah selaku Ketua Umum PPNI didampingi Humas PPNI Jabar, Masdum Ibrahim, semakin banyak pasien yang terpapar akan semakin banyak jumlah perawat yang dibutuhkan untuk memberikan perawatan. 

"Sebagian besar rumah sakit dan fasyankes mengalami krisis tenaga keperawatan dan harus mengatur ulang penempatan perawat dengan meyesuaikan kondisi pasien dan kemampuan fasyankes," kata Harif dalam acara Doa Perawat Untuk Negeri yang dilakukan secara virtual, Selasa (15/9/2020).

Selain itu, Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah hadir dan memberikan sambutan secara langsung melalui virtual setelah meresmikan Gedung Baru STIKep PPNI Jawa Barat.

Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah hadir dan memberikan sambutan secara langsung melalui virtual setelah meresmikan Gedung Baru STIKep PPNI Jawa Barat.
Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah hadir dan memberikan sambutan secara langsung melalui virtual setelah meresmikan Gedung Baru STIKep PPNI Jawa Barat. (Istimewa)

Menurut Harif, masih mengutip dari rilis resmi, di sisi lain perlindungan terhadap perawat belum sepenuhnya maksimal.

Proteksi paparan belum sesuai dengan standard keselamatan kerja bagi tenaga Keperawatan, terlebih ketersediaan alat pelindung diri (APD) belum memadai, jumlah perawat tidak sesuai dengan rasio pasien dan apresiasi dan kompensasi terhadap kinerja perawat belum optimal.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved