Breaking News:

Tanpa Marc Marquez Kini Terpuruk, Pengamat MotoGP Minta Honda Singkirkan Orang Ini

Honda diminta melakukan perubahan dan memecat salah satu petingginya setelah tampil jeblok awal musim ini tanpa Marc Marquez.

Twitter @MotoGP
Dalam babak kualifikasi MotoGP Republik Ceska 2019 di Sirkuit Brno, Republik Ceska, Sabtu (3/8/2019), pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, tampil sebagai yang tercepat. 

TRIBUNJABAR.ID - Honda diminta melakukan perubahan dan memecat salah satu petingginya setelah tampil jeblok awal musim ini tanpa Marc Marquez.

Hal itu dikutip Tribunjabar.id dari BolaSport.com diungkapkan oleh pengamat MotoGP, Carlo Pernat.

Sebagai tim juara, Repsol Honda sangat kesulitan untuk bisa bersaing merebut podium dalam enam balapan yang telah berlalu pada MotoGP 2020 menyusul absennya Marc Marquez.

Marc Marquez sendiri harus absen dalam perburuan gelar juara untuk waktu yang lama setelah kecelakaan fatal saat turun pada balapan pertama MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Kecelakaan fatal tersebut membuat situasi Marc Marquez sebagai juara bertahan pada musim lalu kian sulit saja lantaran dia mengalami cedera patah tulang lengan kanan yang parah.

Adik Marc Marquez: Tanpa Kakak Saya, Hasil MotoGP di Luar Logika

Tidak adanya pembalap berjulukan The Baby Alien tersebut di grid MotoGP turut berpengaruh banyak terhadap hasil yang diraih oleh Honda dalam beberapa balapan awal musim ini.

Jebloknya performa Honda juga tidak lepas dari performa rekan setim Marc Marquez, Alex Marquez yang belum menemukan sentuhan terbaiknya dengan motor RC213V.

Selain karena faktor motor pengamat MotoGP, Carlo Pernat merasa kesulitan Alex Marquez dan para pembalap MotoGP lainnya pada awal musim ini juga tidak lepas dari ban Michelin.

Meski demikian, Carlo Pernat tetap yakin ban Michelin yang dikeluhkan oleh sebagian besar rider tak akan berpengaruh banyak bagi Marc Marquez seandainya tidak absen karena cedera.

"Marc Marquez tidak akan kesulitan karena ban Michelin yang baru dan dia sudah membuktikannya di Jerez pada balapan pertama," kata Carlo Pernat, dilansir BolaSport.com dari GPOne.

Inilah Franco Morbidelli, Juara MotoGP San Marino, Murid Kesayangan Valentino Rossi di VR46 Academy

Soal keterpurukan pabrikan asal Jepang itu pada awal musim ini, Carlo Pernat menyarankan agar mereka berani melakukan perubahan dalam aspek manajemen dengan menendang Alberto Puig.

Bagi pria asal Italia tersebut, Alberto Puig selaku manajer Repsol Honda menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas penampilan dan rentetan hasil buruk sejauh ini.

"Para dokter membawa Marc Marquez ke jalan yang tidak indah, Honda harus memecat Alberto Puig atas semua hasil sejauh ini," kata Carlo Pernat menjelaskan.

"Hal itu harus dilakukan sebelum dia melakukan hal yang lebih tidak masuk akal lagi serta demi masa depan Honda agar lebih baik lagi," tuturnya. (*)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved