Breaking News:

Pulihkan Sektor Perdagangan Saat AKB, BI Jabar Dorong UMKM Gunakan QRIS

Berdasarkan data September 2020, telah terdapat lebih dari 964 ribu merchant di Jawa Barat yang sudah menggunakan QRIS.

ISTIMEWA

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai wujud komitmen Bank Indonesia Jawa Barat untuk terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dengan penggunaan QRIS dalam berbagai kegiatan transaksi di masyarakat, salah satunya di Kota Bogor.

Launching 2.020 QRIS UMKM di Bogor ini, merupakan wujud komitmen penuh Pemerintah Kota Bogor untuk mengelektronifikasikan transaksi baik di lingkungan pemerintahan maupun akses layanan publik kepada masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto mengatakan, Kota Bogor telah menerapkan elektronifikasi layanan transaksi pajak dan retribusi serta menjadi wilayah pertama yang mengimplementasikan QRIS sebagai metode alternatif pembayaran PBB di wilayah Jawa Barat.

"Selain itu, implementasi QRIS di sentra kuliner legendaris Teras Surya Kencana pada awal September lalu merupakan bukti nyata bahwa pemerintah Kota Bogor sangat serius dalam upaya digitalisasi guna mendukung recovery dan rebound perkonomian Kota Bogor," kata Herawanto dalam keterangan resmi yang dikutip Tribun, Rabu (16/9/2020).

Berdasarkan data September 2020, telah terdapat lebih dari 964 ribu merchant di Jawa Barat yang sudah menggunakan QRIS. Nilai tersebut mencakup 21,26% nasional, atau menduduki posisi pertama secara nasional.

Dari 964 ribu merchant tersebut, 96% dilakukan oleh UMKM. Kota Bogor sendiri telah memiliki sekitar 65 ribu merchant QRIS atau ke-4 terbanyak di Jawa Barat.

Herawanto menegaskan launching 2.020 QRIS UMKM ini sejalan dengan rekomendasi untuk memastikan kegiatan perdagangan dan industri kreatif sebagai kegiatan ekonomi utama di Kota Bogor, yang sebagian besar dilakukan oleh pelaku UMKM dapat tetap berjalan di masa pandemi Covid-19 serta era adaptasi kebiasaan baru melalui fasilitasi transaksi secara nirsentuh.

Lebih rinci Herawanto menyampaikan dengan mempertimbangkan struktur perekonomian Kota Bogor yang sebagian besar ditopang oleh sektor perdagangan, manufaktur dan transportasi, beberapa rekomendasi upaya pemulihan ekonomi Kota Bogor yaitu:

1) Berjalannya kembali aktivitas perdagangan dengan protokol kesehatan secara disiplin.

Dampak pandemi Covid-19 yang diperkirakan panjang, dapat mempengaruhi kecepatan pemulihan kinerja sektor perdagangan.

Halaman
1234
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved