Breaking News:

Diduga Bukan Hanya Karena Susah Belajar Online, Ini Kata Psikolog Soal Kasus Ibu Bunuh Anak di Lebak

Psikolog Mario Manuhutu mengaku yakin pemicu dari kejadian ini tak hanya soal masalah anak yang susah diajari saat belajar online.

Kompas.com / YakobchukOlena
Ilustrasi: Anak belajar menggunakan komputer 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus kekerasan pada anak masih saja terjadi dan belum lama ini seorang anak harus meregang nyawa hanya karena persoalan belajar online.

Dikutip TribunJabar.Id dari Kompas.Com, kasus kekerasan terhadap anak yang berujung pada hilangnya nyawa, belum lama ini terjadi di Lebak, Banten.

Jasad bocah delapan tahun ditemukan terkubur dengan pakaian lengkap di TPU Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Lebak.

Setelah ditelusuri, rupanya anak yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar itu dianiaya sang ibu berinisial LH (26).

Konon, LH tega membunuh anaknya karena kesal lantaran korban susah diajari saat belajar online.

Terlepas dari kebenaran pengakuan itu, namun kesabaran orangtua memang kerap diuji di masa-masa proses belajar online.

Tentang kasus ini, Psikolog Mario Manuhutu, M. Si, mengaku yakin pemicu dari kejadian ini tak hanya soal masalah anak yang susah diajari saat belajar online.

Stres karena masa pandemi dan faktor lain bisa juga menjadi latar belakang kekerasan tersebut.

Di sisi lain, tak semua orang mampu mengatasi stres yang mendera.

“Orang punya toleransi terhadap situasi yang menekan itu beda-beda,” kata Mario kepada Kompas.com saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Halaman
123
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved