Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Balai Kota Bandung Jadi Klaster Baru Corona, PNS yang Positif Covid-19 Sudah 180 Orang Lebih

Dari jumlah ASN yang terkonfirmasi positif tersebut, 140 orang memiliki KTP Kota Bandung, namun hanya 48 yang betul-betul tinggal di Kota Bandung.

Tribun Jabar/Haryanto
Balai Kota Bandung, Sumur Bandung, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyebaran kasus positif covid-19 di lingkungan Pemerintah Kota Bandung kian mengkhawatirkan.

Hal tersebut, seiring dengan meningkatnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah melebihi angka 180 orang. ( Balai Kota Bandung jadi klaster baru penyebaran corona )

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengakui peningkatan kasus positif covid-19 di lingkungan ASN Pemkot Bandung merupakan konsekuensi dari masifnya pemerintah dalam melakukan upaya pemeriksaan swab tes serta pelacakan kontak erat dengan pasien positif selama ini.

"Dengan situasi ini, sejak sebelumnya saya sudah mewanti-wanti kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 (Ema Sumarna) bahwa perlunya upaya penangangan juga langkah antisipasi tekait segala kemungkinan dari masifnya tes yang dilakukan."

"Termasuk, mang Oded juga sudah mengintruksikan bagi para ASN yang terkonfirmasi positif untuk langsung melakukan isolasi mandiri dirumah atau di rumah sakit," ujarnya saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (16/9/2020).

Oded menuturkan, ketersediaan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Bandung pun masih memadai, sehingga masyarakat tidak perlu panik apabila terdapat anggota keluarga atau kerabat yang terkonfirmasi positif, menjadi tidak terfasilitasi penanganannya di rumah sakit.

"Tapi meskipun ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit masih tersedia, dan upaya swab tes masih harus terus di lakukan, mudah-mudahan pertumbuhan angka pasien positif tidak terlalu banyak, sehingga ketersediaan ruang isolasi tersebut tidak perlu digunakan," ucapnya.

Wali Kota menambahkan, meski tren penularan kasus positif di lingkungan ASN Pemkot Bandung terus meningkat dan ada kecenderungan terjadinya klaster baru perkantoran Pemerintah Kota Bandung, Oded menergaskan, pihaknya tidak akan melakukan penutupal total lingkungan kerja Balai Kota Bandung seperti yang sebelumnya telah dilakukan Gedung Sate.

"Engga bisa (ditutup), apalagi Balaikota itu kan pusat layanan pemerintah kepada masyarakat, kalau ditutup gimana coba, sementara teknis layanannya tetap harus berjalan. Tapi saya sudah intruksikan para ASN untuk sudah mulai memberlakukan 50 persen WFH (work from home) di rumah masing-masing sebagai antisipatif terjadinya penularan, termasuk memperketat penerapan AKB di seluruh unsur kewilayahan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Perencanaan Data Kajian dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, dampak terus meningkatnya jumlah kasus positif aktif covid-19, membuat 30 Kecamatan di Kota Bandung kembali menjadi zona merah.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved