Breaking News:

Lewat Pengabdian Desa Binaan dan Kepakaran, UPI Canangkan Desa Digital- Desa Wisata di Pangauban KBB

Program itu sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat serta upaya pemulihan sektor ekonomi serta pembangunan daerah pedesaan di Jawa Barat.

Istimewa
Kepala Desa Pangauban, Ade Sulaeman (kiri) bersama penanggung jawab program pengabdian UPI, Prof. Wawan Setiawan (kanan) sampaikan penjelasan terkait program pengabdian desa binaan dam kepakaran UPI 2020 kepada warga dan perangkat desa di kantor Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (12/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sivitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI) kembangkan potensi desa binaan melalui program Desa Digital Desa Wisata (Dedi-Dewi) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Pelaksanaan program itu sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat serta upaya pemulihan sektor ekonomi serta pembangunan daerah pedesaan di Jawa Barat.

Program yang diinisiasi sejak awal tahun 2020 oleh Dr Yudi Wibisono dan Dr Asep Wahyudin tersebut, baru dapat terlaksana di akhir triwulan ketiga, setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

ACT Jabar dan UPI distribusikan paket pangan di 8.000 titik di seluruh Indonesia

Dalam upaya pemulihan ekonomi tersebut, sasaran utama akan diprioritaskan untuk dibangkitkannya kembali sektor industri, pariwisata, dan investasi yang dapat berdampak pada terwujudnya kemandirian masyarakat.

"Melihat potensi sumber daya alam serta daya dukung sumber daya manusia yang terwujud dari para perangkat desa yang sebagian besar merupakan generasi milenial yang memiliki jiwa maju, kreatif, kaya dengan pemikiran positif, juga jumlah penduduk yang cukup besar menjadi alasan kami untuk memilih
Desa Pangauban sebagai lokasi pengabdian masyarakat tahun ini (2020)," ujar Dr Asep Wahyudin saat dihubungi melalui telepon, Senin (14/9/2020).

Selain itu menurutnya, Kecamatan Batujajar pun secara letak geografis berbatasan langsung dengan daerah penyangga di Jawa Barat yaitu, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung, dimana hal ini menjadi sebuah modal berharga untuk dapat mengembangkan potensinya dengan menjadi salah satu desa maju di Provinsi Jawa Barat.

"Desa Pangauban di Kecamatan Batujajar ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu desa wisata yang dapat dibanggakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah, apalagi di kecamatan ini memiliki objek wisata yang dapat menjadi daya tarik para wisatawan yaitu, Kolam Renang Roung Tirta Yudha, Danau Wakabol, Desa Giriasih, Vila Prancis, dan Jembatan Apung Surapati," ucapnya.

VIDEO Cerita Thoriq Alkatiri Tentang Raihan Penghargaan Wasit Berprestasi Dari FPOK UPI

Hal senasa disampaikan oleh Dr. Yudi Wibisono, menurutnya sebagaimana target Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang ingin mewujudkan desa digital 2021, maka melalui kegiatan pengabdian ini, pihaknya berupaya untuk dapat memberikan stimulus pemberdayakan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam bagian dari upaya pengembangan potensi desa.

"Dalam kegiatan ini, kami mencoba untuk memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam aktivitas masyarakat dan perangkat desa, sebagai bagian dari mewujudkan desa digital Jawa Barat 2021," ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Senin (14/9/2020).

Yudi menambahkan, dalam mewujudkan komitmen penerapan program Desa Digital-Desa Wisata, maka dilakukan perjanjian kontrak kerjasama kolaboratif
antara Kepala Desa dengan Ketua LPPM UPI untuk lima tahun kedepan. Dalam kontrak kerjasama tersebut disepakati bahwa, konteks penelitian maupun pengabdian meliputi berbagai bidang antara lain Pendidikan, Penelitian, Tata Kelola, Teknologi, Hukum, Kewirausahaan, Pariwisata, Olah Raga, Kesehatan, dan lain-lain.

"Peranan teknologi digital semakin disadari untuk mempermudah berbagai pekerjaan sehingga mempercepat proses, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan. Demikian pula kepemilikan perangkat digital oleh masyarakat sudah semakin luas, bahkan cara mengoperasikannya pun kini semakin disederhanakan sehingga mudah digunakan, dan mudah di bawa. Hal ini menjadi peluang bagi siapa saja yang memiliki semangat berkembang, dan maju dengan pikiran-pikiran optimis," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangauban Drs. Ade Sulaeman bersyukur dan berterima kasih kepada UPI yang telah bersedia melakukan pengabdian masyarakat di wilayah yang dipimpinnya, sehingga diharapkan target capaian dari untuk program Desa Digital-Desa Wisata dapat terwujud dan dapat membantu pengembangan potensi desa.

Ade pun mengajak semua elemen masyarakat agar dapat mendukung pencanangan program Desa Digital-Desa Wisata ini, sebab hal ini merupakan salah satu upaya untuk dapat kembali bangkit setelah terdampak pandemi covid-19 selama ini.

"Kami optimis, apa yang dilakukan oleh UPI ini dapat berjalan sesuai harapan, karena sesungguhnya Pemerintah Kabupaten (Bandung Barat), Provinsi, sampai Pusat telah mendorong, mengkampanyekan, dan menyediakan fasilitas pendukung, dan berbagai program berbasis digital dan kita tinggal menindaklanjutinya," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Senin (14/9/2020). (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved