Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Jakarta Berlakukan PSBB, Bodebek Pilih PSBM, Pemprov Jabar Pastikan Kesiapan Ruang Isolasi

Kawasan Bodebek memilih memberlakukan PSBM. Kota Bogor, Depok, dan Kabupaten Bekasi statusnya zona merah.

Tribunnews.com
UPDATE Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekitar 60 persen kasus Covid-19 di Jawa Barat berada di kawasan Bodebek, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Menindaklanjuti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta kembali pada 14 September 2020, Bodebek sepakat menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kesepakatan mengenai pemberlakuan PSBM di Bodebek tersebut sudah dibahas dengan bupati dan walikota di wilayah Bodebek, Senin (14/9/2020).

"Tadi pagi jam 09.00 saya sudah merapatkan dengan kepala daerah di Bodebek. Kesimpulan yang pertama, kami mendukung sepenuhnya kebijakan PSBB ketat di Jakarta, dari Pak Anies dengan melakukan pola yang sama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan jakarta, tapi dengan pola yang namanya PSBM," katanya seusai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Markas Kodam III/Siliwangi, Senin (14/9/2020).

Wilayah Bodebek, katanya, memiliki wilayah yang ekonominya berhubungan dengan Jakarta, dan ada juga yang ekonominya bersifat mandiri.

Tentu perlakuan PSSB ini dilakukan berbeda sehingga pihaknya menyimpulkan PSBM adalah metode yang paling pas untuk situasi perbedaan seperti ini.

"Dan ini terbukti berhasil pada saat Secapa Angkatan Darat, itu tidak menutup satu Kota Bandung, tapi yang ditutup hanyalah kelurahannya," kata Gubernur yang akrab disapa Emil tersebut.

Emil mengatakan kini terdapat empat kabupaten atau kota di Jawa Barat yang masuk zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran Covid-19, yakni Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi.

"Minggu ini, zona merahnya ada empat, yaitu Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cimahi. Artinya memang mayoritas masih tetap di Bodebek, menyumbang kasus mingguan lebih dari 60 persen, ada di Bodebek. Itulah kenapa koordinasi tadi sangat diperlukan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Emil mengatakan tingkat keterisian rumah sakit di Jabar ada di angka 41 persen secara umum.

Keterisian tertinggi terdapat di Kota Depok yang mencapai hampir 80 persen.

Sehingga pihaknya sedang mengkonsepkan pembantuan perawatan dari kabupaten atau kota sekitar Depok.

"Bodebek ini yang agak mengkhawatirkan adalah Kota Depok. Kota Depok Itu yang ringan di 60 persen, kemudian di yang sedang sudah hampir 80 persen. Tapi sebaliknya Kabupaten Bogor itu kondisi rumah sakitnya sangat terkendali ya masih di bawah 40 persen. Yaitu kalau satu wilayah penuh rumah sakitnya, maka kota atau kabupaten tetangga kita koordinasikan untuk membantu kewilayahannya," katanya.

Emil mengatakan pihaknya pun menggagas sebuah kebersamaan, kalau misalkan rumah sakit di Kota Depok itu nanti kewalahan, maka Bogor bisa membantu mengantisipasinya dengan koordinasi dari Provinsi Jabar.

Kota Cimahi Jadi Zona Merah, Penularan Corona Dinilai Tinggi, Ini 3 Daerah yang Juga Zona Merah

4 Peserta Seleksi CPNS di Kota Bandung Positif Covid-19, Seorang Datang Langsung Disuruh Pulang

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved