Breaking News:

MotoGP

Inilah Franco Morbidelli, Juara MotoGP San Marino, Murid Kesayangan Valentino Rossi di VR46 Academy

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, sukses menggebrak dengan kemenangan perdananya di MotoGP San Marino.

Automotonews.gr
Valentino Rossi (kiri) dan Franco Morbidelli (kanan). 

TRIBUNJABAR.ID - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, sukses menggebrak dengan kemenangan perdananya di MotoGP San Marino, yang digelar di sirkuit kandangnya sendiri, Misano World Circuit Marco Simoncelli, Minggu (13/9/2020). Ini kemenangan perdananya di ajang tertinggi.

Morbidelli, yang lahir di Roma pada 4 Desember 1994 dari ibu yang berasal dari Brasil dan ayah yang berasal dari Italia, telah mengendarai motor sejak usia belia.

Sang ayah, Livio Morbidelli, ingin anaknya menjadi pembalap motor dan meminta bantuan kepada ayah Valentino Rossi, Graziano Rossi.

Hasil MotoGP San Marino, Anak Didik Valentino Rossi Juara, Sang Guru Finish Keempat

Pada 2010, saat berusia 16 tahun, Morbidelli dan keluarganya pun pindah ke Tavullia untuk lebih intensif berlatih dengan Rossi, juga dengan mendiang Marco Simoncelli. Pada 2011, ia pun turun DI empat balapan di European Superstock 600 (STK600), membela Yamaha YZF-R6 bersama Forward Racing.

Pada 2012, Morbido pun pun turun sepenuhnya di STK600 dan mengakhiri musim di peringkat keenam, dan sukses jadi juara setahun setelahnya bersama San Carlo Team Italia di atas Kawasaki ZX-6R. Pada tahun yang sama, Rossi meluncurkan program VR46 Riders Academy untuk pertama kalinya, dan Morbidelli menjadi anggota pertama.

Sebagai bagian dari program pertama, Morbidelli pun didorong Rossi untuk mencoba turun di Moto2, ketika ia sudah mulai terlalu nyaman di jalan menuju arena WorldSBK. Rossi dan VR46 mempromosikan Morbidelli kepada Gresini Racing dan Italtrans Racing untuk diberi fasilitas wildcard pada 2013.

MotoGP San Marino 2020 di Mata Sang The Doctor Valentino Rossi, Ada Asa Spesial

Gresini akhirnya memberi tiga wildcard di San Marino, Jepang, dan Valencia, dengan Suter MMX2. Morbidelli gagal meraih poin, tapi dapat kontrak dari Italtrans Racing untuk banting setir sepenuhnya ke Moto2 2014. Awalnya, ia kesulitan, tapi menunjukkan potensi ketika mulai konsisten masuk 10 besar, terutama saat finis kelima di Aragon.

Morbidelli mengakhiri musim perdananya di Moto2 di peringkat 11 dengan 75 poin, hingga dipertahankan Italtrans semusim lagi. Pada 2015, Morbidelli lebih konsisten dan meraih podium perdana di Indianapolis usai finis ketiga. Meski harus absen empat seri akibat retak tulang tibia dan fibula kaki kanan akibat kecelakaan, ia mampu duduk di peringkat 10 pada akhir musim.

Prestasi ini pun membuatnya dilirik oleh salah satu tim paling prestisius di Moto2, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS. Morbidelli diminta untuk menggantikan juara dunia Moto2 2014, Tito Rabat, yang naik ke MotoGP pada 2016. Sepanjang musim, Morbidelli pun sukses meraih 8 podium, dan mengakhiri musim di peringkat 4 pada klasemen rider.

Rider yang dikenal dengan gayanya yang 'woles' ini pun bertahan di tim yang sama pada 2017, memulai musim dengan pole sekaligus kemenangan di Qatar. Ia bahkan memenangi dua balapan berikutnya, yakni Argentina dan Austin, menjadi rider pertama yang mampu meraih tiga kemenangan beruntun di kelas intermediate sejak Daijiro Kato di GP250 2001.

Halaman
123
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Bola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved